oleh

2.868 Siswa Terima MBG, Distribusi SPPG Polres Lahat

LAHAT, JURNAL SUMATRA – Sejak mulai operasional, SPPG Polres Lahat telah mendistribusikan Menu Bergizi Gratis (MBG) dengan metode rangkaian yang terstruktur, bertujuan memastikan kelancaran pendistribusian material, barang dan kebutuhan logistik penunjang kinerja kepolisian.

Seluruh proses dilakukan, dengan mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan. Sehingga setiap tahapan dapat berjalan efektif, akuntabel dan sesuai kebutuhan satuan. Dengan sistem yang tertata, distribusi logistik dapat mendukung pelaksanaan tugas operasional personel di lapangan.

Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto S.IK., M.IK melalui Kasi Humas AKP Mastoni SE, disampaikan Kasubsi Penmas, Aiptu Liespono SH, saat dikonfirmasi Senin (1/12/2025) menjelaskan, SPPG Polres Lahat berada di komplek asrama polisi Bandar Agung Lahat.

“SPPG tersebut diketuai oleh Galuh Pangestu, sebagai Akuntan Zainur Akbar, ketua PIC Yunita S. ST., M.Kes, Ahli Gizi, Mutiara Rahmadani, dengan di bantu 47 orang karyawan dan tenaga medis dari Dokkes Polres Lahat,” ujarnya

MBG didistribusikan SPPG Polres Lahat, jelas dia, telah diterima oleh masing-masing sekolah terdiri dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan SMKN, dengan jumlah penerima 2.868 siswa.

Ia mengungkapkan, adapun sekolah yang telah menerima MBG dari SPPG Polres Lahat meliputi :

  • TK Kemala Bhayangkari 12 sejumlah 83 siswa.
  • TK Kemala Bhayangkari 13 sejumlah 165 siswa.
  • TK Aisyiyah sejumlah 12 siswa.
  • SD Muhammadiyah sejumlah 120 siswa.
  • SDN 16 sejumlah 291 siswa.
  • SDN 12 sejumlah 263 siswa.
  • SDN 24 sejumlah 263 siswa.
  • SDN 28 sejumlah 320 siswa.
  • SMPN 8 sejumlah 384 siswa.
  • SMP Muhammadiyah sejumlah 45 siswa.
  • SMKN 2 sejumlah 702 siswa.
  • SMK Tiara 180 siswa.
  • SMA Muhammadiyah 76 siswa.

Untuk proses distribusi, dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan ketepatan waktu. Kata dia lagi, personel yang bertugas memastikan bahwa seluruh MBG dari SPPG diangkut dan disalurkan menggunakan sarana yang sesuai standar, termasuk pencatatan keluar masuk barang secara sistematis.

“Termasuk pengawasan juga dilakukan, untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam jumlah maupun jenis barang yang disalurkan,” terangnya.

Untuk dilapangan, lanjut dia, proses penerimaan oleh unit tujuan dilaksanakan dengan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fisik, kelengkapan, serta kecocokan antara dokumen dengan barang yang diterima.

“Dokumentasi dan tanda terima menjadi bagian penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas distribusi. Dengan mekanisme ini, seluruh unit penerima dapat memastikan bahwa kebutuhan operasional mereka terpenuhi secara tepat,” urainya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed