oleh

Polres OKI Gandeng Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah

OKI, JURNAL SUMATRA – Sebagai langkah strategis membangun komunikasi dua arah, Polres Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar pertemuan dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan sebagai bagian dari elemen kontrol sosial di Kabupaten OKI. Kegiatan dimulai sekira pukul 14.00 WIB di Cafe TR Kota Kayuagung, Jumat (13/2/2026).

Pada pertemuan itu, dihadiri Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto didampingi para PJU Polres OKI, ketua, pengurus organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, antara lain Presma BEM UNISKI, PGK, HMI, PMII, Pemuda Muhammaddiyah, IPNU, Pemuda Pancasila, IKA LKS, IMOKI dan AMPATI.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres OKI mengapresiasi para undangan yang sudah hadir. Karena menurutnya, kegiatan digelar sebagai pintu gerbang silaturahmi serta sinergitas yang berkelanjutan.

“Pemuda dan mahasiswa sebagai penghubung dengan masyarakat, terkait sosialisasi peralihan KUHP dan KUHAP baru. Maka itu Polres OKI bersinergi dengan mahasiswa dan pemuda, dengan harapan OKI tetap kondusif,” ujar dia.

Dalam kurun waktu selama 1 tahun terakhir, terdapat 15 kejadian yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Lanjut dia, sehingga menjadi bahan evaluasi bagaimana kita secara bersama dapat mengeliminasi kejadian serupa ke depan.

“Jangan bersikap cuek. Perlu dibuat kegiatan semacam sosialisasi agar hubungan masyarakat dengan Pemda berjalan baik. Mahasiswa sebagai corong kebebasan berpendapat diharapkan dapat mendukung program-program pemerintah,” imbau dia.

“Selain silaturahmi, pertemuan ini juga adalah ruang diskusi. Diharapkan jika ada pertanyaan yang disampaikan bersifat sharing, bukan debat kusir, prinsipnya adalah saling berkomunikasi,” tambahnya.

Kasat Intelkam Polres OKI IPTU Feri Wijaya SH MH menambahkan, tentu komunikasi dan tali silaturahmi dengan semua lembaga baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif di Kabupaten OKI sudah terjalin.

“Peran mahasiswa adalah melakukan pengawasan dan controlling sebagai representatif suara rakyat dalam bidang terkait kebijakan politik, ekonomi, dan sosial budaya serta keamanan,” ujar dia.

Terkait pengungkapan kasus, kata dia lagi, bagaimana peran mahasiswa terhadap keamanan serta bagaimana menyoroti situasi politik dan ekonomi.

“Dalam pelaksanaan patroli yang dilakukan Polres OKI, sering ditemukan anak-anak punk. Menanggapi hal tersebut mahasiswa diharapkan peka terkait fenomena budaya tersebut,” pinta dia.

Jika menyoroti keamanan, perlu edukasi. Mahasiswa jangan terjebak dalam satu pandangan saja, terlebih terkait politik, namun tetap berperan dalam hal ekonomi rakyat, peran serta sosial budaya dan keamanan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed