MURATARA, JURNAL SUMATRA – Video viral di media sosial yang menyebut adanya aksi premanisme berupa pengejaran terhadap seorang sopir truk di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dipastikan tidak benar.
Kepala Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Martono, memberikan klarifikasi terkait video berdurasi sekitar 30 detik yang diunggah akun Facebook @Berita Muratara Terkini tersebut. Dalam video itu terlihat dua pemuda menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat warna pink mengejar sebuah mobil truk di Jalinsum.
Menurut Martono, kejadian tersebut bukanlah aksi kriminal maupun percobaan pembegalan seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menegaskan, peristiwa itu hanya dipicu kesalahpahaman di jalan.
“Informasi yang menyebut adanya aksi premanisme atau pengejaran menggunakan senjata tajam itu tidak benar. Itu hanya miskomunikasi dan salah paham di jalan,” ujar Martono saat memberikan keterangan.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi setelah waktu Zuhur atau sekitar pukul 13.30 WIB. Selasa (26/05/2026). Saat itu, dua pemuda yang merupakan warga Desa Karang Anyar sedang dalam perjalanan dari arah Desa Karang Waru menuju Desa Karang Anyar.
Di tengah perjalanan, kedua pemuda tersebut berniat menyalip mobil truk. Namun, menurut keterangan mereka, sopir truk tidak memberikan ruang sehingga nyaris menyebabkan kecelakaan.
Merasa kesal dan terkejut karena hampir terjatuh, kedua pemuda itu kemudian mengejar truk tersebut dengan tujuan meminta sopir berhenti untuk mempertanyakan kejadian tersebut. Namun, sopir truk tetap melaju sambil merekam video yang kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, muncul narasi yang menyebut kedua pemuda itu melakukan penodongan dan mengacungkan senjata tajam. Tuduhan tersebut dibantah langsung oleh Kepala Desa Karang Anyar.
“Tidak ada penodongan maupun pengancaman menggunakan senjata tajam. Saya kenal kedua pemuda itu karena mereka warga desa kami sendiri. Berdasarkan pengakuan mereka, tidak ada niat jahat terhadap sopir truk tersebut,” tegasnya.
Martono juga meminta masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak memelintir kejadian yang sebenarnya hanya persoalan kesalahpahaman di jalan raya.
“Kami berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi video yang beredar. Jangan sampai muncul opini seolah-olah masih marak aksi premanisme di wilayah Muratara. Informasi itu tidak benar,” pungkasnya.(AkaZzz)













Komentar