oleh

Sembari Bercanda, Gubernur Sumsel Imbau Masyarakat Agar Berhemat 

MUBA, JURNAL SUMATRA – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) atau Bumi Serasan Sekate merupakan salah satu daerah di Sumatera Selatan dengan sektor pertanian dan perkebunan yang sangat luas dan skala besar, didominasi oleh perkebunan kelapa sawit dan karet.

Maka dari itu, saat berkunjung ke Kecamatan Plakat Tinggi dalam rangka meresmikan peralihan pelanggan PT. Muba Elektrik Power yang kini telah mencapai 100 Persen, Gubernur Sumsel H Herman Deru, sembari bercanda mengimbau masyarakat untuk berhemat.

“Ketika harga karet naik, seluruh emak ayuk dan anak di belikan motor termasuk anak SD. Setahun dua tahun kemudian harga karet turun yang datang tukang tagih. Nah ini jadi pelajaran, kalau ada kenaikan seperti itu, cukupilah kebutuhan pokok sisanya tabung agar ketika terjadi goncangan harga kita sudah ada simpanan, jangan dihabiskan,” candanya.

Terpisah, Rafik Elyas selaku Wakil ketua PWI Muba membenarkan imbauan dari Gubernur Sumsel tersebut. Karena pantauannya selaku Jurnalis, naik nya harga jual buah kelapa sawit dan karet kadang kala masih tidak mencukupi kebutuhan, bahkan masih ada saja masyarakat yang mengeluh karena besarnya biaya hidup.

“Pasalnya, semakin tinggi harga jual hasil pertanian, dinilai banyak masyarakat tani yang mengambil berbagai kredit dan secara tidak sadar mereka menambah beban ekonomi. Nah, ketika ada udzur atau halangan, seperti buah kelapa sawit berkurang, tidak bisa menyadap karet karena hujan terus menerus. Timbul min, kreditnya tadi menunggak, ujung- ujungnya menyalahkan pemerintah,” canda Rafik Elyas saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.co dikediamannya, Sabtu (20/6/2026) pagi.

Rafik Elyas mengajak masyarakat yang tinggal di pelosok desa untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam.

“Sekedar mengingatkan, jadi kita masyarakat yang tinggal di pelosok desa itu, bisa memanfaatkan kekayaan alam untuk meringankan beban ekonomi. Seperti memanfaatkan kayu dan sumber air bersih untuk memasak air minum agar tidak lagi membeli air galon dan juga mengurangi pemakaian gas elpiji. Selain itu, kita masyarakat pedesaan rata-rata memiliki lahan pekarangan rumah, ini juga bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam guna meringankan biaya dapur. Seperti ditanami, serai, kunyit, cabai dan lain sebagainya,” harapnya. (Ulandari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed