PAGARALAM, JURNAL SUMATRA – Setelah melalui proses panjang revitalisasi, Pasar terminal Nendagung Pagaralam kini mulai kembali beroperasi. Moment ini menjadi babak baru bagi salah satu ikon perdagangan di Kota Pagaralam, dengan tampilan yang lebih modern, tertata dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Revitalisasi Pasar Nendagung mencakup perbaikan infrastruktur fisik, peningkatan sistem drainase, renovasi kios dan los pedagang, serta penataan area parkir dan fasilitas umum. Proyek ini dilaksanakan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan aktivitas jual beli, sekaligus mengangkat kembali geliat ekonomi kerakyatan.
“Pasar Nendagung bukan hanya tempat jual beli, tapi juga bagian dari identitas Kota Pagaralam. Kami berharap, dengan selesainya revitalisasi ini, para pedagang bisa beraktivitas dengan lebih baik dan warga pun kembali meramaikan pasar,” ungkap Walikota Pagaralam Ludi Oliansyah, Senin (13/7/2026).
Lanjutnya, ratusan pedagang kini telah kembali menempati kios masing-masing, yang telah disesuaikan dengan zonasi komoditas agar pasar lebih tertata dan pengunjung lebih mudah dalam berbelanja. Mulai dari pedagang perabotan, bumbu, daging, sayur, pakaian, hingga kuliner jajanan pasar.
“Dengan kembalinya operasional Pasar Nendagung diharapkan roda perekonomian lokal semakin menggeliat, serta menciptakan suasana pasar yang sehat, aman dan kompetitif,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Pagaralam, Jon Asman mengatakan, hari ini kami bersama pihak Satpol PP dan Dishub melakukan pembongkaran lapak pedagang yang selama ini ada diluar pasar pasca pasar Nendagung direhab.
“Sekarang para pedagang sudah bisa menempati Pasar Nendagung, karena selesai direhab, maka mulai hari ini kami minta para pedagang untuk bisa menempati kios-kios yang sudah disediakan,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, ratusan pedagang berbaris mengikuti undian untuk mendapatkan kios, hal ini dilakukan pihak Pemkot agar ada azaz adil dalam mendapatkan lapak kios berdasar nama para pedagang yang keluar saat undian, maka nomor itulah yang menjadi tempat kios mereka untuk berjualan.(Kaci)













Komentar