Banyuasin, Jurnal Sumatra – Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, APP Group meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kehadiran pusat persemaian ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan bibit berkualitas bagi rehabilitasi hutan dan lahan, penghijauan lingkungan, pengembangan agroforestri, serta berbagai gerakan penanaman di Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya.
Peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo dilakukan oleh Menteri Kehutanan dan dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, Gubernur Sumatera Selatan, DPRD Provinsi Sumatera Selatan, jajaran Pemerintah pusat dan daerah, kepala daerah se-Sumatera Selatan, serta para pemangku kepentingan.
Momentum ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk melaksanakan penanaman ratusan juta pohon dan memperkuat pusat-pusat persemaian agar setiap daerah memiliki akses terhadap bibit berkualitas.
“Bapak Presiden Prabowo secara spesifik memerintahkan kami untuk menyiapkan persemaian dan bibit-bibit unggul untuk menghijaukan desa, kota, dan kabupaten di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program Indonesia ASRI.
Saat ini Kementerian Kehutanan memiliki 59 persemaian, termasuk sembilan pusat persemaian besar, salah satunya Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo yang kita resmikan hari ini, dengan sekitar 70 juta bibit yang tersedia di jaringan persemaian kami di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Raja Juli menambahkan, bibit yang dipersiapkan perlu disesuaikan dengan kondisi setempat dan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, kolaborasi antara Kementerian Kehutanan, kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga dunia usaha menjadi penting untuk memastikan bibit dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penghijauan desa, kota, kabupaten, dan lingkungan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya program Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden.
Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo berdiri di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan kapasitas produksi hingga 5-10 juta batang bibit pertahun.
Pusat persemaian ini dirancang untuk memproduksi beragam bibit kayu-kayuan, tanaman serbaguna atau Multi Purpose Tree Species (MPTS), serta tanaman estetika yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung agenda pemulihan lingkungan dan pembangunan lanskap hijau secara berkelanjutan.













Komentar