oleh

Bhabinkamtibmas OKI Turun Langsung Dampingi Lahan Pangan Bergizi, dari Cabe Hingga Jagung

OKI, JURNAL SUMATRA – Mendukung program ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045, jajaran Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polres OKI bergerak serentak. Pada Selasa, 8 September 2026, kegiatan pendampingan dan pengecekan lahan produktif dilakukan di tiga kecamatan berbeda: Pedamaran, Kayuagung, dan Teluk Gelam.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres OKI No. Sprin/1462/XI/KEP/2024 tanggal 19 November 2024.

1. Pedamaran: Pekarangan Cabe dan Lahan Produktif 0,25 Ha Dipantau.

Bhabinkamtibmas Polsek Pedamaran, Aiptu Pujihari, memulai giat sejak pukul 10.00 WIB di Desa Menang Raya.

Pada kegiatan pertama, Aiptu Pujihari melakukan pengecekan lahan pekarangan bergizi milik Polsek Pedamaran seluas 15 m x 10 m. Tanaman cabe di lahan binaan tersebut saat ini berumur 71 hari dan dalam kondisi tumbuh baik.

Tak berselang lama, dilanjutkan kegiatan kedua berupa pengecekan pemanfaatan lahan produktif. Lahan pekarangan seluas 0,25 hektar juga dipantau. Tanaman di lahan tersebut berumur 76 hari dan tumbuh normal.

“Kami hadir sebagai Polisi Penggerak untuk memastikan program ketahanan pangan di tingkat desa berjalan dan memberi manfaat langsung ke masyarakat,” ujar Aiptu Pujihari.

2. Kayuagung: Kemangi Subur di Lahan Warga Binaan.

Masih di hari yang sama pukul 10.40 WIB, Bhabinkamtibmas Polsek Kayuagung, Aipda M. Soleh, melaksanakan hal serupa di Desa Muara Baru, Kecamatan Kayuagung.

Kali ini pendampingan menyasar tanaman sayur kemangi milik Usman. Lahan pekarangan berukuran 3 m x 6 m tersebut masuk kategori lahan binaan dan kondisinya terpantau subur. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memotivasi warga untuk terus memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi keluarga.

3. Teluk Gelam: Monitoring Jagung 6 Hektar, Terkendala Kekurangan Air.

Di Desa Serapek, Kecamatan Teluk Gelam, fokus kegiatan mengarah ke komoditas jagung kwartal 2. Polsek Teluk Gelam di bawah pimpinan IPTU Muhammad Rizal, S.H., melakukan monitoring lahan jagung seluas 6 hektar milik petani binaan penerima bantuan KUR Jagung.

Hasil pengecekan menunjukkan tanaman jagung kini memasuki usia 79 HST dan sudah dilakukan pemupukan. Namun, pertumbuhan tanaman terpantau terganggu akibat kekurangan air sehingga sebagian jagung mengalami kerdil.

“Progres program ketahanan pangan di Serapek belum optimal. Kami berharap dengan perawatan konsisten dan pengawasan berkala, hasil panen ke depan bisa maksimal dan benar-benar mendukung ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Teluk Gelam,” tandas IPTU Muhammad Rizal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed