oleh

Diduga Modus Janjikan Lowongan Kerja, Seorang Wanita Dilaporkan Warga Gelapkan Uang Puluhan Juta

OGAN ILIR, JURNAL SUMATRA – Harapan mendapat pekerjaan berujung petaka. Sejumlah warga di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok penyaluran tenaga kerja dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah per orang.

Modusnya, menawarkan pekerjaan di perusahaan besar dengan syarat menyetor uang. Besarannya tidak main-main.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, tarif yang dipatok bervariasi: Rp35 juta untuk posisi sopir, Rp30 juta untuk satpam, dan Rp40 juta untuk tenaga kerja non-skill.

Sejak Juli hingga Oktober 2026, pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung datang. Uang sudah disetor, kepastian kerja nihil.

“Para calon pekerja berharap uang yang telah diserahkan dapat dikembalikan apabila pekerjaan yang dijanjikan tidak terealisasi,” ujar salah satu sumber kepada media ini.

Sesuai laporan disampaikan kepada media ini, M.H merupakan warga Kompleks Permata Blok G.4 No.5, Indralaya, disebut berkaitan dengan dugaan penyaluran kerja tersebut.

Saat dikonfirmasi via telepon, M.H. membenarkan adanya persoalan tersebut. Namun, ia mengklaim dirinya juga korban dan mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Pernyataan ini masih perlu pendalaman lebih lanjut.

M.H. juga mengaku telah menjalankan kegiatan penyaluran tenaga kerja selama tujuh tahun dan mengaitkannya dengan PT Bukit Asam Tbk. Keterkaitan ini hingga kini belum terkonfirmasi kepada pihak PTBA.

Demi keberimbangan informasi, media ini berupaya melakukan konfirmasi langsung. Pada Jumat malam, redaksi mendapat informasi M.H. berada di RS Hermina Palembang. Disepakati pertemuan di Palembang pada Sabtu (17/10/2026) pukul 14.00 WIB.

Namun hingga pukul 16.00 WIB, M.H. tidak hadir di lokasi yang disepakati dengan alasan harus meninggalkan rumah sakit untuk menyusui anaknya.

Dalam komunikasi itu, M.H. juga disebut sempat meminta nomor rekening awak media dengan alasan ingin memberikan bantuan biaya transportasi.

Hingga berita ini ditayangkan, klarifikasi langsung terkait rincian dugaan penyaluran tenaga kerja belum berhasil diperoleh dan media ini masih membuka ruang hak jawab pada pihak terkait.

Harapan Warga: Polisi Turun Tangan

Kasus ini kini menjadi perhatian warga. Mereka berharap Polres Ogan Ilir dapat menelusuri dugaan tersebut secara profesional untuk memperjelas kronologi, aliran dana, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang mensyaratkan pembayaran dalam jumlah besar. Pastikan lowongan tersebut resmi dan melalui kanal rekrutmen perusahaan yang sah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed