Pendekatan kepada warga asli Papua benar-benar taat dan mematuhi protokol kesehatan dalam rangka pencegahan COVID-19, demikian Bupati Omaleng, tidak akan mempan jika dilakukan dengan cara yang kasar atau melalui sosialisasi secara formal, namun harus dilakukan secara persuasif.
“Sampai sekarang bisa dilihat di Gereja-gereja Kingmi di Timika, semua orang yang datang beribadah tidak ada yang pakai masker. Ini menjadi pekerjaan rumah untuk kita bagaimana mengajak mereka untuk sadar akan bahaya COVID-19,” katanya.
Sesuai data Satgas COVID-19 Mimika, hingga 10 Januari lalu jumlah kumulatif COVID-19 di Mimika sejak 25 Maret 2020 sebanyak 3.812 kasus.
Dari jumlah kumulatif itu, 9.65 persen diantaranya merupakan kasus aktif, tingkat kesembuhan mencapai 89,40 persen, kasus kematian atau meninggal dunia 0.9 persen.(anjas)











![Oleh: [Novendra Jali Saketi, M.Pd]](https://www.jurnalsumatra.co/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250903_185230-150x150.jpg)

Komentar