Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain mengistirahatkan tubuh terlebih dahulu sekitar 5-10 menit dari aktivitas seperti naik tangga, berjalan, dan lain-lain.
Selanjutnya, hindari sebisa mungkin untuk mengkonsumsi kopi, alkohol, berhenti merokok selama 30 menit sebelum diukur tekanan darah, atau ragam aktivitas yang memicu denyut jantung.
Dengan melakukan sejumlah hal tersebut, ukuran tekanan darah dapat dilakukan guna mengetahui batas ideal.
Di tengah pandemi COVID-19, hipertensi harus mendapatkan perhatian lebih mengingat orang yang mengidapnya menjadi sosok komorbid yang apabila terinfeksi corona akan meningkatkan potensi risiko mortalitas.
Oleh karena itu alangkah lebih baiknya jika masyarakat diajak untuk mulai menerapkan upaya preventif atau pencegahan agar tidak mengalami hipertensi atau minimal menurunkan risiko terkena penyakit tersebut.
Kurangi Garam
Hipertensi bisa ditekan risikonya jika dilakukan deteksi dini sejak usia remaja mengingat saat ini telah terjadi pergeseran signifikan ketika orang-orang pada usia muda terkena penyakit hipertensi.
Di samping itu, hipertensi juga bisa dihindari dengan selalu mengonsumsi makanan yang rendah mengandung kadar garam tinggi sebagai yang utama dianjurkan. Adapun bagi pasien yang telah mengidap hipertensi, salah satu solusinya adalah mengkonsumsi obat penurun darah tinggi.
Konsumsi makanan berkadar garam tinggi adalah asupan yang menjadi penyebab utama hipertensi termasuk juga pada daging olahan, acar, gula, lemak jenuh, dan lainnya.
Masyarakat harus menyadari bahwa hipertensi juga berbahaya dan selama ini memiliki istilah ‘silent killer’ atau penyakit yang membunuh secara perlahan.
Disebut itu karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apa pun, sampai tekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mengancam nyawanya.
Pola Makan
Hal lainnya yang juga penting adalah menjalankan pola makan sehat dan rutin berolahraga.
Mulailah mengubah pola makan dengan kebiasaan baru yaitu lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat atau sayuran yang mampu menurunkan tekanan darah seperti bayam, kol, wortel dan seledri.
Bayam mengandung lutein yang mencegah penebalan dinding arteri, sehingga mengurangi risiko serangan jantung dan tekanan darah. Bayam juga mengandung nitrat meningkatkan fungsi endotel dan dapat secara akut menurunkan tingkat tekanan darah. Nitrat bayam juga dapat meringankan kekakuan arteri, yang dapat menyebabkan tingkat tekanan darah tinggi.
Kemudian kol merupakan sumber kalium, sebuah senyawa yang bertugas membantu mengatur tekanan darah dengan menangkal efek natrium atau garam dalam tubuh. Kalium membantu mengeluarkan kelebihan garam melalui urine.












Komentar