oleh

DPRA: Kapal Aceh Hebat Rp178 miliar jangan sampai menjadi besi tua

Meulaboh, jurnalsumatra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Aceh (DPRA) Tarmizi berharap Kapal Motor Penumpang (KMP) Kapal Aceh Hebat 1, 2 dan 3 yang sudah dibeli oleh Pemerintah Aceh senilai Rp178 miliar pada tahun anggaran 2020 lalu tidak menjadi besi tua dikemudian hari.

“Kita tidak mau KMP Aceh Hebat 1, 2, 3 ini sama kejadiannya seperti kapal cepat Pulo Rondo dan Pulo Deudap yang dibeli Pemerintah Aceh, yang memiliki sejarah kelam menjadi besi tua. Kita tidak mau seperti itu,” kata Tarmizi, Selasa.

Seperti diketahui, pada tahun 2020 lalu Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp178 miliar untuk pengadaan tiga unit Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat.

Kapal tersebut masing-masing bernama KMP Aceh Hebat 1 berkapasitas 1.300 GT direncanakan melayani rute Pelabuhan Calang Aceh Jaya-Pelabuhan Simeulue Aceh.

Kemudian KMP Aceh Hebat 2 berkapasitas 1.100 GT sudah mulai melayani Ulee Lheue Banda Aceh-Balohan Sabang, serta KMP Aceh Hebat 3 berkapasitas 600 GT yang direncanakan akan melayani rute Aceh Singkil-Pulau Banyak.

Tarmizi menegaskan, sudah cukup kapal cepat Pulo Deudap dan Pulo Rondo milik Pemerintah Aceh yang dibeli beberapa tahun silam menjadi sejarah buruk dalam pengelolaan aset di Provinsi Aceh.

Ia berharap KMP Kapal Aceh Hebat 1,2,3 yang sudah dibeli pada tahun lalu tidak bernasib sama dengan kedua jenis kapal cepat milik Pemerintah Aceh tersebut.

“Kalau sekarang Aceh masih punya banyak uang, bisa membeli apa saja. Tapi nanti mulai tahun 2023, jangan harap bisa membeli lagi karena dana yang akan diterima oleh Aceh dari Dana Alokasi Umum (DAU) akan berkurang menjadi satu persen hingga tahun 2027,” kata Tarmizi menegaskan.

Tarmizi mengakui kehadiran tiga unit KMP Aceh Hebat milik Pemerintah Aceh sangat diapresiasi oleh masyarakat yang membutuhkan jasa transportasi penyeberangan ke wilayah pulau terluar di Aceh.

Namun, DPRA berharap kapal tersebut benar-benar akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dan keuntungan bagi penambahan pendapatan asli daerah (PAD) Aceh nantinya.

“Kapal Aceh Hebat ini hebatnya karena mendapat apresiasi dari masyarakat Aceh, hebat dalam proses penganggaran dan tender, pengelolaan manjaeme. Tapi yang lebih hebat lagi, apabila nantinya pembelian kapal tidak muncul masalah dikemudian hari, apakah dari KPK atau DPRA,” kata Tarmizi.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed