Ibarat menyemai rumput hijau ke padang luas, itulah upaya pemerintah menyebarkan informasi positif ke padang belantara luas nan kering ini. Tanpa ada medium yang tepat seperti tanah yang baik, rumput itu tak akan dapat tumbuh subur sebagaimana yang diharapkan. Media massa adalah medium yang memupuk subur informasi positif nan tersemai itu, hingga berbuah baik menjadi perubahan perilaku publik di era pandemik ini.
Pada peringatan Hari Pers Nasional 2021 ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak insan media untuk kembali bersama mengampanyekan semangat 3E + 1N. Sebagaimana “Jurnalisme PSO” ANTARA mengembangkannya sejak beberapa tahun lalu, media secara luas diajak menjalankan misi Educate, Enlightment, Empowering dan semuanya dibalut dalam satu semangat: “Nasionalisme”.
Educate. Pers diminta untuk kembali pada salah satu dari empat fungsi dasar media massa: memberikan pendidikan, to educate. Mendidik juga berarti mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana terungkap jelas di Pembukaan UUD 1945 sebagai salah satu tujuan kemerdekaan dan bernegara Indonesia.
Ancaman berupa hoaks dan disinformasi masih saja terjadi, termasuk di saat pelaksanaan vaksinasi melawan Covid-19 sudah diluncurkan secara resmi. Saatnya media mengambil peran menjadi sarana edukasi bagi seluruh negeri.
Enlightment. Memberikan pencerahan. Bak pelita di kegelapan. Segala pertanyaan kerap muncul dan informasi menjadi simpang siur di masa serba tak pasti ini. Di sinilah media dituntut peran-nya menjadi penyinar, sumber terang. Menjelaskan hal yang belum jelas. Menenangkan yang tak karuan. Juga menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan.
Empowering. Media diharapkan juga bisa memberdayakan publik. Pembaca, pendengar, pemirsa dan warganet tak hanya menjadi konsumen atau objek semata. Dengan menyimak informasi dari media massa terpercaya dan memperoleh berita yang kredibel serta dapat dipertanggungjawabkan, masyarakat pun bisa berperan sebagai agen sosial dan agen perubahan. Menyebarluaskan kabar positif itu sehingga lingkungan sekitar tergerak untuk menjalankan perubahan perilaku.
“Nasionalisme”. Pada kondisi inilah, di saat kita mengalami perang besar tanpa mengangkat senjata dan beradu peluru mesiu, selimut nasionalisme seharusnya membungkus setiap pemberitaan di media massa. Ajakan melakukan 3M, imbauan untuk percaya dan siap menjalankan vaksinasi, serta berbagai seruan lain agar perang melawan Covid-19 ini dapat segera berakhir dan bersama-sama kita menangkan!
*) Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika.(anjas)











![Oleh: [Novendra Jali Saketi, M.Pd]](https://www.jurnalsumatra.co/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250903_185230-150x150.jpg)

Komentar