oleh

Punya riwayat penyakit, Ketua DPRD Nunukan batal divaksin

Nunukan, jurnalsumatra.com – Ketua DPRD Nunukan, Kaltara, Hj Leppa tidak masuk dalam daftar nama anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang diprioritaskan untuk divaksin COVID-19 karena memiliki riwayat penyakit, yakni tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Hj Leppa mengaku berkeinginan sekali untuk disuntik vaksin sesuai dengan arahan Pemerintah Daerah setempat dianggap tidak memenuhi kriteria sebagai penerima suntikan vaksin.

“Saya mau sekali disuntik vaksin tapi katanya tidak bisa karena ada riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan kolesterol,” ucap dia di Nunukan, Selasa.

Hj Leppa telah dihubungi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan untuk didaftarkan namanya selaku penerima prioritas suntikan vaksin COVID-19.

Penyuntikan serentak vaksin di Kabupaten Nunukan dari unsur Forkopimda dan tenaga kesehatan akan dilaksanakan pada Rabu (3/2) dipusatkan di RSUD Nunukan. Sehubungan Ketua DPRD Nunukan tidak tercatat sebagai peserta untuk disuntik vaksin maka posisinya hanya diundang selaku pemantau saja.

Vaksin Sinovac yang diterima Pemkab Nunukan pekan lalu sebanyak 3.640 dosis dan telah distribusikan ke seluruh puskesmas, rumah sakit, klinik di 21 kecamatan.

Usia Ketua DPRD Nunukan saat ini 66 tahun menjadi alasan dan pertimbangan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan untuk tidak memberi vaksin Sinovac.

“Katanya usia saya juga sudah lewat dari syarat yang sudah ditetapkan, makanya saya tidak bisa disuntik (vaksin),” ujar dia.

Hj Leppa mengajak masyarakat Kabupaten Nunukan agar tidak takut untuk disuntik vaksin karena efeknya positif guna memutus mata rantai penyebaran virus korona.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed