Pekanbaru, jurnalsumatra.com – SKK Migas wilayah Sumatera Bagian Utara bersama PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) membantu 12 kelompok pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasi di Provinsi Riau untuk bangkit saat pandemi COVID-19.
GM Corporate Affairs Asset PT CPI Sukamto Tamrin di Pekanbaru, Selasa mengatakan belasan kelompok masyarakat UMKM itu mendapatkan pelatihan peningkatan kemampuan (capacity building), pelatihan teknis, dan bantuan sarana peningkatan produksi agar semangat berusaha terus bergairah.
“Pandemi bukan hanya sebatas masalah kesehatan, namun juga sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Program kami diharapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk bangkit dan lebih mandiri ke depan,” katanya.
Sebanyak 12 kelompok penerima manfaat program ini berasal dari wilayah Kota Pekanbaru, Minas (Kabupaten Siak), Duri (Kabupaten Bengkalis), Kota Dumai, dan dan Kabupaten Rokan Hilir.
Program ini berjalan selama enam bulan terhitung sejak November 2020 lalu dan dirancang untuk modernisasi Masyarakat Berbasis Ekonomi Berkelanjutan (MOBE).
Sukamto menjelaskan, dalam hal ini SKK Migas – PT CPI menggandeng Forum Layanan Iptek bagi Masyarakat Batobo (FLipMAS Batobo) Wilayah Riau-Kepri sebagai mitra pelaksana program.
Forum itu dinaungi para akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang memfokuskan pada pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebelum menerima bantuan, setiap kelompok penerima manfaat program ini diajak berdiskusi untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan alternatif solusi. Hasil diskusi akan menentukan bentuk bantuan yang diberikan agar sesuai kebutuhan masing-masing kelompok sehingga penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Karena itu, bantuan yang diberikan bervariasi sesuai bidang usaha masing-masing kelompok masyarakat, di antaranya ternak, mesin pembuat biji plastik, mesin pencacah kertas, mesin jahit, sumur bor, dan mesin traktor. Setiap kelompok kemudian diberikan pelatihan untuk peningkatan kualitas.
Yanti Sarmi (45) selaku pengelola UKM Khairunnisa di Duri, mengatakan program ini sangat membantu peningkatan kapasitas produksi kelompoknya. Kelompoknya sendiri mendapatkan bantuan mesin jahit.
Saat ini, Yanti dan rekan-rekannya mampu meningkatkan produksi dari semula hanya lima tas per hari menjadi 15 unit per hari.
“Bantuan yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan kelompok kami saat ini. Alhamdulillah, berkat bantuan ini kami bisa sedikit bernafas lega,” katanya.













Komentar