Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 5,02 persen. Sedangkan komponen ekspor barang dan jasa mengalami kontraksi -2,65 persen, disusul oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) yang kontraksi -3,63 persen.
IaPada komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit rumah tangga (PK-LNPRT) yang kontraksi sebesar minus 4,69 persen, dan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) yang turun 5,89 persen.
“Untuk komponen impor barang dan jasa sebagai pengurang dalam perekonomian Sulawesi Selatan mengalami kontraksi minus 4,18 persen,” ucapnya.(anjas)











![Oleh: [Novendra Jali Saketi, M.Pd]](https://www.jurnalsumatra.co/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250903_185230-150x150.jpg)

Komentar