“Semakin banyak saya mendengar tentang varian baru, semakin saya prihatin. Saya pikir tidak ada ruang untuk kesalahan atau kecerobohan dalam mengikuti tindakan pencegahan,” tutur profesor lingkungan di Virgnia Tech, Linsey Marr.
Perlukah upgrade masker?
Anda harus mengenakan masker berkualitas tinggi saat berada di luar rumah misalnya berbelanja atau berada dalam situasi di dalam ruangan dengan orang yang tidak tinggal serumah dengan Anda.
Marr dan timnya baru-baru ini menguji 11 bahan masker dan menemukan masker kain yang tepat, dipasang dengan benar bisa menyaring partikel virus yang menyebabkan infeksi.
Masker terbaik memiliki tiga lapisan yakni dua lapisan kain dengan saringan diapit di antaranya. Masker juga harus dipasang di sekitar pangkal hidung dan terbuat dari bahan yang fleksibel untuk mengurangi celah. Ikat kepala pada masker membuat lebih pas daripada loop telinga.
Apabila Anda tidak ingin membeli masker baru, kenakan masker tambahan saat Anda berada di dekat orang lain. Menambah lapisan masker yakni masker bedah sekali pakai dan menutupinya dengan masker kain dapat Anda terapkan.
Anda tidak memerlukan tingkat perlindungan tinggi seperti yang dibutuhkan para tenaga medis sehingga N95 tidak direkomendasikan.
Di sisi lain, mendapatkan vaksin adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko. Para ahli optimistis vaksin saat ini sebagian besar akan efektif melawan varian baru virus corona yang muncul. Awal bulan ini, Pfizer dan BioNTech mengumumkan vaksin COVID-19 buatan mereka bekerja melawan salah satu mutasi utama yang ada di beberapa varian.
Tetapi beberapa data juga menunjukkan varian dengan mutasi tertentu, terutama yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan, mungkin lebih resisten terhadap vaksin.
Meskipun datanya mengkhawatirkan, para ahli mengatakan vaksin saat ini menghasilkan tingkat antibodi yang sangat tinggi, dan kemungkinan besar setidaknya dapat mencegah penyakit serius pada orang yang diimunisasi dan terinfeksi.
“Alasan saya sangat optimis adalah dari apa yang kita ketahui tentang cara kerja vaksin, bukan hanya satu antibodi yang memberikan semua perlindungan. Divaksin menghasilkan antibodi dan ini membuat kecil kemungkinan terjadi mutasi,” kata profesor penyakit menular di University of Michigan, Dr. Adam Lauring.
Tetapi sampai tiba giliran Anda divaksin, tetap perhatikan aktivitas Anda dan coba kurangi waktu dan jumlah eksposur ke orang lain.
Misalnya, apabila Anda sekarang pergi ke toko dua atau tiga kali seminggu, kurangi menjadi seminggu sekali. Lalu, apabila biasanya Anda menghabiskan 30-45 menit di toko bahan makanan, kurangi waktu Anda menjadi 15 atau 20 menit.











![Oleh: [Novendra Jali Saketi, M.Pd]](https://www.jurnalsumatra.co/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250903_185230-150x150.jpg)

Komentar