oleh

Ke mana APD-APD kita?

Begitu juga tentang pementasan kesenian yang dikelola semakin baik dan sesuai dengan keadaan pandemi agar tetap mendatangkan penghargaan dan apresiasi atas karya senimannya, baik dengan pola penjualan tiket, lelang barang, maupun sponsor.

“‘Jenenge’ pandemi yo kudu kreatif. Namanya juga ikhtiar, kita bisa melakukan sesuatu,” ucapnya sembari menyelipkan tentang program vaksinasi COVID-19 yang sedang digerakkan pemerintah untuk menjangkau seluruh kalangan masyarakat.

Dalam Buku “100 Bencana Terbesar Sepanjang Masa”, Stephen J. Spignesi menuliskan bahwa waktu itu ada sosialisasi pembuatan masker pelindung wajah yang didorong pemerintah untuk menghadapi epidemi influenza (1918-1919) atau dikenal sebagai Flu Spanyol.

Sosialisasi pembuatan masker melalui poster-poster tentu juga suatu kreativitas tersendiri pada zamannya, sebagaimana banyak ragam masker dan sentuhan kreativitas muncul saat pandemi COVID-19 abad ini. Masker sesungguhnya juga APD.

Segala aktivitas yang bisa terus dikerjakan manusia dalam situasi sulit sebagaimana pandemi sekarang ini, bagian dari wujud budaya kreatif.

Kreativitas bukan hanya domain kalangan tertentu, namun setiap insan yang berkehendak tak menyerah terhadap tekanan segala keadaan.

Memang, tak ada jalan buntu bagi energi kreatif.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed