Selain itu, Anies juga memaparkan data survei yang dihimpun tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Unicef
dan Kader Puskesmas dalam seminggu terakhir yang menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat untuk disiplin 3M berada di persentase yang kurang memuaskan.
Ketiga indikator menurun, di antaranya memakai masker dan menjaga jarak hanya 40 persen dan mencuci tangan dengan sabun sebesar 10 persen saja. Padahal sebelumnya indikator-indikator tersebut dapat menyentuh 85 persen.
“Sekali lagi, kami mengingatkan agar terus menerapkan disiplin protokol kesehatan 3M, meskipun kita bosan dan jenuh tetapi virusnya tak kenal bosan, tak kenal jenuh. Dan sering juga saya katakan bahwa memakai masker memang tidak nyaman, tetapi lebih tidak nyaman apabila dirawat karena positif COVID-19,” kata Anies.
Anies meyakini jika keberlanjutan PPKM Mikro dibarengi dengan disiplin 3M warganya dan ditambah dengan proses vaksinasi yang sudah menyentuh angka 824.000 untuk tahap 1 dan 2, yaitu tenaga kesehatan, lanjut usia dan pelayanan publik, maka ke depan Jakarta akan lebih cepat dalam proses pemulihan (recovery), baik kesehatan maupun ekonomi.
“PPKM Mikro ini berdampak efektif juga harapannya beriringan dengan disiplin 3M, ditambah lagi dengan keberadaan vaksin yang akan menjadi ‘game changer‘ dari pandemi ini,” tuturnya.(anjas)












Komentar