Saat diminta tanggapannya, warga Kikim Area Fauzi (47) menjelaskan “bahwa dari dulu seringnya listrik mati hingga larut malam bahkan bisa sampe besok harinya, tapi bingung tempat mengadu karena layanan PLN ganggu Lahat tidak bisa dihubungi. Akibatnya usaha omsetnya warga juga menurun, padahal tidak ada hujan mati lampu sehari bisa beberapa kali”, ujarnya. Sementara Decky (38) warga Gumay Ulu mengatakan hal senada, saat listrik mati yang selalu dijadikan kambing hitam tanam tumbuh masyarakat, tapi kami masyarakat tidak pernah dilibatkan untuk penyelesaian masalahnya ini, adapun pembersihan pohon dan tanam tumbuh milik warga seadanya saja, jelasnya.
Terpisah Manager PLN UP3 Lahat, Triyono saat diminta tanggapannya melalui pesan singkat WhatApp (WA) mengungkapkan “kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kehandalan sistem kelistrikan, untuk itu kami menghimbau kepada masyaratakat/pelanggan kami agar merelakan pohon yg mendekati jaringan dapat dilakukan pemangkasan / penebangan demi menjaga kontiunitas layanan pasokan tenaga listrik,” pungkas Triyono. (Din)













Komentar