oleh

223 pasien di Bangka Belitung dinyatakan sembuh dari COVID-19

Pangkalpinang, jurnalsumatra.com – Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pasien sembuh dari COVID-19 kembali bertambah 223, sehingga kumulatif orang terkonfirmasi dari virus corona itu menjadi 1.569 pasien.

“Dengan adanya penambahan pasien sembuh dari COVID-19 ini, maka persentase tingkat orang yang selesai isolasi meningkat 87,21 persen dibandingkan hari sebelumnya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Babel Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan berdasarkan data pada Selasa (4/5) malam, sebanyak 223 orang pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19 tersebar di Kota Pangkalpinang 28 orang, Kabupaten Bangka 25, Bangka Tengah 17, Bangka Barat 113, Bangka Selatan 14 dan Kabupaten Belitung 26 orang pasien.

Sementara itu, pasien meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 220 (bertambah dua orang), dalam isolasi 1.569 yakni bertambah 167 dan  berkurang 225 dengan kumulatif kasus konfirmasi 13.988 dengan adanya penambahan 167.

Kumulatif kasus konfirmasi 13.988 (bertambah 167) tersebar di Pangkalpinang 4.142 (bertambah 37), Bangka 2.973 (bertambah 54), Bangka Tengah 1.849 (bertambah 11), Bangka Barat 1.318 (bertambah 25), Bangka Selatan 745 (bertambah 15), Belitung 2.064 (bertambah 21), Belitung Timur 897 (bertambah empat).

“Dengan penambahan 167 orang yang terkonfirmasi COVID-19 maka hal ini semakin mengafirmasi bahwa penyebaran dan penularan virus Corona belum berakhir, masih terus terjadi, dan faktanya wabah/virus ini ada di sekitar kita,” katanya.

Menurut dia penularan virus corona ini masih didominasi klaster perkantoran, klaster perkebunan, klaster fasilitas kesehatan, klaster keluarga dan klaster perumahan, serta klaster pesantren, klaster perkumpulan, klaster kampung, dan klaster panti asuhan dalam kasus terakhir.

“Ini harus menjadi perhatian kita untuk tetap meningkatkan kewaspadaan khususnya terkait beberapa kasus COVID-19 yang terakhir yang menunjukkan fakta yang tak bisa dimungkiri yakni selain terpaparnya pelaku perjalanan baik untuk kepentingan dinas maupun umum yaitu orang yang melakukan perjalanan ke luar daerah atau sebaliknya,” katanya.

Selain itu, penyebaran COVID-19 ini juga dari warga dari luar daerah terutama dari daerah terjangkit apalagi episentrum COVID-19 (imported case), juga telah terjadi transmisi lokal (local transmission) yang sangat masif.

“Ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele apalagi diremehkan. Oleh karena itu, diminta masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan berprilaku hidup bersih serta sehat,” katanya. (anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed