Prancis tidak dapat menemukan kembali semangat yang telah membuat mereka unggul, dalam semua kualitas mereka, mereka tidak lagi disiplin dan menyatu yang telah begitu penting bagi kesuksesan mereka dalam Piala Dunia di Rusia tiga tahun lalu.
“Tim terbaik layak melangkah ke babak berikutnya dan malam ini yang terbaik itu Swiss,” kata mantan gelandang Prancis Patrick Vieira.
“Sungguh tim nasional Prancis yang buruk. Tak ada kebersamaan, tidak ada semangat. Kami tidak bermain sebagai tim sehingga kami tidak pantas melangkah ke babak berikutnya.”
Swiss diberkati semangat tim yang luar biasa besar.
Granit Xhaka yang sering diejek karena penampilannya bersama Arsenal di Liga Premier, menjadi raksasa di lini tengah dan Gavranovic yang bermain di Liga Kroasia, menyusahkan lini belakang Prancis setelah masuk lapangan pada menit ke-73.
Tetapi di atas semua itu, Swiss menunjukkan kekuatan kolektif yang tidak dimiliki Prancis, mereka mempertahankan bentuk permainannya, mereka bangkit dan mereka bekerja tatkala lawan-lawannya terlihat seperti hendak kalah.
“Kami menunjukkan keberanian, hati, kami mempertaruhkan segalanya di luar sana,” tambah Sommer seperti dikutip Reuters.
“Manakala Anda bangkit dari ketertinggalan dua gol melawan sang juara dunia, itu sungguh luar biasa dan kemudian menang melalui adu penalti, saya sangat bangga kepada cara kami melakukannya.”
Spanyol selanjutnya menghadapi Swiss Jumat pekan ini di St Petersburg yang merupakan perempat final turnamen besar pertamanya dalam 67 tahun terakhir.
Kembali mereka menghadapi lawan yang berperingkat lebih tinggi ketimbang mereka dalam setiap kategori tetapi akan percaya bahwa teamwork-lah yang paling penting, mereka mungkin bisa kembali membuat kejutan.(anjas)













Komentar