oleh

Indonesia siap terapkan dekarbonisasi pelayaran

Pemerintah Indonesia juga akan mengubah penggunaan BBM menjadi BBG untuk kapal-kapal kecil.

Program tersebut untuk nelayan dengan kapal penangkap ikan 7.812 metrik ton. Pemerintah juga sekarang memperkenalkan tenaga surya atap untuk dipasang di semua pelabuhan guna menyediakan energi hijau di pelabuhan.

Dengan semua upaya yang dilakukan, Basilio yakin Indonesia mampu mewujudkan komitmennya. Kendati demikian, perlu kerja sama kolektif dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan di sektor maritim dan energi di dalam negeri, maupun organisasi internasional seperti IMO, UNCTAD, dan Bank Dunia.

“Saya harap IMO dapat membantu upaya kita promosikan teknologi rendah karbon. IMO bisa berikan fasilitasi kemitraan publik-swasta dan pertukaran informasi, transfer teknologi, pembangunan kapasitas SDM maritim, kerjasama teknis, dan berbagai program untuk tingkatkan efisiensi energi di kapal dan kegiatan pelayaran,” imbuhnya.

Basilio juga berharap IMO bisa memberikan bantuan pendanaan dan teknologi inovasi termasuk pengembangan kapasitas.

“Tinggal kita (Indonesia) pintar manfaatkan dan maksimalkan berbagai peluang dan fasilitas dari para pihak ini,” pungkas Basilio.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed