Atlet asal Jawa Timur itu finis terdepan dengan mencatatkan waktu 2 menit 54,49 detik atau lebih baik dari waktu milik Wahdina di Solo pada 2015 yakni 3 menit 22,19 detik.
Kemudian rekor juga tercipta pada nomor 200 meter gaya bebas putri S10 melalui Apia Rumbaru dari Maluku dengan 3 menit 05,66 detik menggeser rekor milik Rusdiana dengan 3 menit 26,21 detik di Peparnas Jawa Barat 2016.
Setelah itu giliran tiga nomor 50 meter gaya dada masing-masing S13 putri, S15 putra dan putri.
Tara Athaya Yaskur dari Jawa Tengah menjadi yang terbaik pada klasifikasi S13 putri dengan mencatatkan waktu 46,91 detik. Hasil ini sekaligus menggeser rekor Anna Permata M di Peparnas Jawa Barat 2016 dengan 47,13 detik.
Sementara atlet asal DKI Jakarta Ilham Achmad Turmudzi mempertajam rekor miliknya sendiri pada nomor S15 putra menjadi 30,34 detik dari sebelumnya di Peparnas Jawa Barat 2016 30,35 detik.
Mutiara Jelita asal Jawa Barat membukukan 39,04 detik pada klasifikasi S15 putri dan menggeser rekor milki Illiyin Nur Y di Peparnas Jawa Barat dengan 40,67 detik.
Sisanya yakni melalui Shobari dari Jawa Tengah yang finis pertama pada nomor 50 gaya bebeas putra S5 dengan 38,26 detik. Torehan tersebut juga menggeser rekor milik Mulyadi di Malaysia pada 2017 dengan 40,64 detik.
Hasil pada hari ketiga menambah rekor secara keseluruhan menjadi 21. Pada hari pertama, lima rekor nasional terpecahkan dan pada hari kedua sebanyak 10 rekor tercipta di Arena Akuatik Kampung Harapan.
Dari cabang renang, kontingen Jawa Tengah mulai menunjukkan taji pada hari ketiga perlombaan dengan mendulang enam emas, dua perak, dan dua perunggu. Namun secara keseluruhan, Papua semakin kokoh di posisi teratas dengan koleksi 20 emas, delapan perak, dan enam perunggu, setelah adanya tambahan medali pada hari ketiga yakni tujuh emas, lima perak, dan tiga perunggu.
Atlet Paralimpiade
Dari cabang tenis meja atlet yang pernah tampil di Paralimpiade atau lebih dikenal dengan sebutan paralimpian menunjukkan taji dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura.
Pemain elite seperti David Jacobs, Komet Akbar, dan Adyos Astan yang tampil di Paralimpiade Tokyo 2020 tak terbendung dengan mengalahkan semua lawan pertandingan hari pertama kelas elite.
David Jacobs mengawali pertandingan dengan mudah pada babak penyisihan grup T10-1. Dia meraih kemenangan mudah atas Dedi Damhudi wakil Gorontalo dengan skor 3-0 (11-4, 11-4, 11-1).
Hasil ini membawa wakil DKI Jakarta itu menempati puncak klasemen sementara grup T10-1. Jacobs bakal melanjutkan perjuangannya di fase grup berhadapan dengan wakil Papua Ramli Saleh pada Kamis (11/11).












Komentar