LAHAT, JURNAL SUMATRA – Usai membuka dan meresmikan kegiatan orientasi kader Dapur Sehat atasi Stunting (Dashat) di Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat. Ketua TP PKK Lahat Ir. Hj. Sri Meliyana Bursah tampung keluhan warga.
Keluhan itu datang dari masyarakat 3 desa yakni, Desa Jati, Kuba, dan Pagar Batu, terkait seluas 65 hektar (Ha) areal persawahan terancam tak dialiri air dari Sungai Lematang.
Mendapat laporan tersebut, Ir. Hj. Sri Meliyana Bursah didampingi Camat Pulau Pinang Anthoni Hakman SE, MM, juga bersama Kades Pagar Batu Yuniardi langsung mendatangi dan mengecek titik lokasi yang dikeluhkan masyarakat.
Setiba dilokasi, penyebab puluhan hektar persawahan terancam tak dialiri air dari Sungai Lematang, faktor utama dikarenakan terjadi pendangkalan, tepatnya di kepala siring atau pintu masuk air kedalam saluran drainase untuk menuju areal persawahan warga di 3 desa tersebut.
“Iya, kejadian sudah hampir sepekan ini, semenjak aliran Sungai Lematang mengecil, secara otomatis debit air tidak dapat masuk melalui drainase,” ujar Kades Pagar Batu, Yuniardi dilokasi.
Oleh karenanya, sambung Kades Pagar Batu, warga secara bergotong royong membuat bendungan, dengan cara menumpukkan batu hingga tinggi, agar air Sungai Lematang bisa masuk ke kepala siring.
“Karena warga kita bergantung hidupnya dengan bertani, dan kebetulan mereka baru selesai panen padi, dan rencananya akan memulai menanam kembali. Oleh karenanya, air Sungai Lematang sangat dibutuhkan,” cetus Kades.
Lantaran air yang dibutuhkan tidak mencukupi, kata Yuniardi, makanya dibendung air Sungai Lematang secara manual, sehingga, air Lematang dapat masuk ke drainase untuk mengaliri persawahan warga.
“Ada beberapa titik harus didalami dengan cara dikeruk memakai alat berat agar air dapat masuk. Namun, saat ini air yang menuju kepala siring berbalik dan cukup menyulitkan,” tutupnya.
Hal senada disampaikan Camat Pulau Pinang, Anthoni Hakman SE, MM menurutnya, salah satu solusinya dengan melakukan pengerukan atau didalami, disejumlah titik agar air Lematang dapat masuk melalui kepala siring.
“Namun, kondisi air yang terus mendangkal seperti saat ini, membuat warga harus bekerja ekstra, walaupun menggunakan alat berat, supaya air yang masuk melalui drainase bisa mencukupi untuk puluhan hektar sawah di 3 desa tersebut,” ujarnya.
Benar harus cepat mengatasinya, dijelaskan Camat Pulau Pinang, sebab kalau terlambat kasihan penduduk apalagi sampai tidak bercocok tanam lagi.
“Mau kemana mereka mencari nafkah. Untuk itu, harus mengeruk titik-titik tertentu sekaligus melakukan pendalaman air yang dangkal, agar air yang dibutuhkan warga benar-benar teraliri dan tercukupi,” imbuhnya.











Komentar