LAHAT, JURNAL SUMATRA – Bertempat di Tepian Ayek Sungai Lematang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, menggelar “Festival Rakit Hias” dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025.
Tujuan dilaksanakannya Festival Rakit Hias ini, untuk melestarikan kearifan lokal dan memperkenalkan icon Sungai Lematang, acara tersebut, dibuka langsung Wabup Lahat, Widia Ningsih, SH, MH, pada Sabtu (23/8/2025).
Turut hadir dalam Festival Rakit Hias ini, Ketua TP-PKK Lahat, Ir. Hj. Sri Meliyana SE, Wakapolres Lahat Kompol Liswan Nurhapis SH, Dandim 0405/Lahat, Kajari Lahat, Ketua PN Lahat, para OPD Pemkab Lahat, dan tamu undangan lainnya.
Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, Djon Kenedy SE mengungkapkan, dihelatnya “Festival Rakit Hias” ini, untuk melestarikan budaya kearifan lokal di Kabupaten Lahat.
“Selain itu, bertujuan untuk melestarikan penggunaan rakit sebagai sarana transportasi, memberi motivasi dan kesempatan kepada pencinta rakit yang merupakan warisan dari nenek moyang,” ujarnya.
Lanjutnya, juga menarik kunjungan wisata didalam dan luar Kabupaten Lahat, serta memacu pertumbuhan ekonomi dalam upaya meningkatkan pendapatan melalui sektor wisata, dan menjadi hiburan segar bagi masyarakat Kabupaten Lahat.
“Untuk peserta Festival Rakit Hias tersebut, berjumlah 34 peserta terdiri dari utusan OPD Pemkab Lahat, Umum, dan perwakilan kecamatan di Kabupaten Lahat,” ungkapnya.
Sementara, Bupati Lahat Bursah Zarnubi SE melalui Wabup Lahat Widia Ningsih SH, MH menegaskan, Sungai Lematang merupakan salah satu icon penting yang perlu dilestarikan, selain Bukit Serelo.
Dan, inilah icon kebanggaan yang dapat menarik Pariwisata untuk datang ke kabupaten Lahat ingin melihat langsung Sungai Lematang dengan keindahan panorama alam yang ditawarkan oleh Sungai Lematang yang mudah dijangkau di kota Lahat di Tepian Ayek Lematang ini.
“Dan hari ini Pemerintah Kabupaten Lahat melaksanakan Festival Lomba Rakit hias, yang merupakan sarana transportasi tradisional yang dipergunakan oleh nenek moyang kita untuk menyeberangi sungai yang memiliki fungsi untuk mengangkut hasil panen dan sebagai sarana transportasi umum. Selain itu, Rakit juga menjadi bagian dari tradisi dan budaya Kabupaten Lahat budaya rakyat merupakan peninggalan dari nenek moyang kita,” ingat Wabup Lahat.
Ia menjelaskan, ajang perlombaan juga merupakan wujud dari semangat kebersamaan kreativitas, semangat gotong royong, kearifan lokal masyarakat Kabupaten Lahat, dan melalui festival ini kita dapat menyaksikan keindahan dan keunikan rakit-rakit hias yang dihiasi dengan berbagai ornamen tradisional maupun modern yang mencerminkan kekayaan budaya seni, kreativitas, sekaligus memperkenalkan menghidupkan kembali dan mewariskan nilai-nilai Luhur.











Komentar