oleh

Agar Terbentuk Brigade Pangan yang Kuat, 15 Kelompok Tani Ikuti Bimtek

PAGARALAM, JURNAL SUMATRA – Program Brigade Pangan, ialah salah satu inisiatif strategis dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Program ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam perkuat ketahanan dan kemandirian pangan melalui peningkatan kapasitas kelompok tani dan penerapan teknologi pertanian modern.

Brigade Pangan hadir sebagai motor penggerak pertanian di lapangan, dengan fokus pada efisiensi pengelolaan alat dan mesin pertanian, peningkatan produktivitas, serta sinergi antarpetani untuk mencapai target swasembada. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kapasitas petani.

Maka itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan, melalui Kepala Bidang Sapras, Zulhadi dengan didampingi Kepala BPP Atung Bungsu, Agustomo, secara resmi membuka kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas pengelolaan Brigade Pangan wilayah Pagaralam, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan Bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar di Kantor BPP Atung Bungsu berada di Kecamatan Dempo Selatan ini, diikuti oleh 15 kelompok tani berasal dari 3 Kecamatan, yang tergabung dalam penerima bantuan Oplah tahun 2025.

Dalam sambutannya, Kabid Sapras pada Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Zulhadi mengatakan, diadakannya kegiatan Bimtek ini, komitmen kita dalam mendukung peningkatan kapasitas petani melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

“Brigade Pangan, merupakan bagian dari program nasional swasembada pangan yang menjadi program Presiden, bukan hanya Kementerian Pertanian. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan indeks pertanaman dan penerapan inovasi teknologi,” ujar Zulhadi.

Ia juga menekankan pentingnya kelembagaan Brigade Pangan yang kuat, dengan dua pilar utama: struktur organisasi yang jelas dan kesepakatan internal yang kokoh antara anggota serta dengan pemilik lahan. Selain itu, partisipasi generasi muda dan petani milenial diharapkan menjadi energi baru dalam menggerakkan pertanian modern dan inovatif.

Selama terselenggaranya pelaksanaan Bimtek angkatan I dan tahap III ini, jelas dia, diharapkan peserta menerima berbagai materi pembekalan, antara lain: kebijakan percepatan swasembada pangan dan penumbuhan Brigade Pangan, metode pembelajaran dan pendampingan efektif bagi Brigade Pangan, Budidaya Padi dan jadwal tanam, model bisnis dan analisa usaha tani, literasi dan inklusi keuangan, manajemen pengelolaan alsintan Brigade Pangan, serta tata kelola kelembagaan Brigade Pangan.

“Seluruh materi disusun untuk memperkuat kapasitas manajerial, teknis dan kelembagaan para peserta agar mampu menjalankan fungsi Brigade Pangan secara profesional dan berdaya saing,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed