“Dengan langkah ini, Kabupaten Pasaman Barat menunjukkan komitmennya dalam menata tenaga kerja non ASN secara manusiawi, memastikan bahwa mereka yang telah mengabdi bertahun-tahun mendapatkan tempat yang layak dalam sistem birokrasi negara,” ujar Yulianto.
Pemandangan haru terlihat saat beberapa anggota rombongan menyalami bupati dengan mata berkaca-kaca. Bagi mereka, angka 2.695 bukan sekadar statistik, melainkan jumlah keluarga yang kini memiliki harapan hidup dan kesejahteraan yang lebih pasti.(Ron)











Komentar