oleh

Jalan Provinsi Akses Penghubung Kabupaten Muba – PALI Tak Pernah Mulus 

MUBA, JURNAL SUMATRA – Meski pemerintah Provinsi Sumsel hampir setiap tahun telah mengucurkan dana dengan jumlah hingga milyaran rupiah, untuk pembangunan peningkatan jalan provinsi sebagai akses penghubung Musi Banyuasin (Muba) menuju Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Namun kondisi jalan tersebut sekarang ini tak semulus seperti yang masyarakat Muba harapkan.

Mirisnya lagi, pemeliharaan badan jalan dengan tambal sulam yang dilakukan pemerintah Provinsi Sumsel pada tahun anggaran 2025, kini aspal hotmix nya sudah banyak terkelupas. Terpantau, lubang menganga dan genangan air pada kerusakan badan jalan masih menghiasi sepanjang jalan tersebut.

Keadaan ini jelas membuat masyarakat pengguna jalan merasa was-was saat melintasi, khawatir alami kecelakaan. Seperti terjadi Rabu (24/12/2025) pagi, akibat menghindari lubang menganga pada badan jalan, sebuah mobil Tanki jenis fuso bermuatan CPO terjungkal kedalam jurang, dengan adanya insiden tersebut kemacetan panjang pun terjadi.

“Gara-gara menghindari lubang yang ada di badan jalan, hingga mobil terjungkal ke dasar jurang,” ujar Sailendra (48) Sopir fuso yang alami kecelakaan saat dibincangi Jurnalsumatra.com, Rabu (24/12/2025) pagi.

Pengemudi mobil fuso tersebut, juga mengatakan bahwa selain masih banyak kerusakan, jalan provinsi Sekayu Muba -PALI juga terbilang sempit.

“Harapan kami selaku pengendara roda empat, tak hanya diperbaiki, jalan ini hendaknya juga dilakukan pelebaran, karena kami sering alami kesulitan saat berpapasan, terlebih lagi berpapasan sesama mobil jenis fuso. Kalau tidak hati-hati bisa berakibat fatal,” keluhnya.

Sementara, Yono (33) pengguna jalan asal Kecamatan Jirak Jaya mengatakan, selain penghubung antar Kabupaten, Sekayu Muba menuju Kabupaten PALI, jalan ini juga merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat 3 Kecamatan untuk bepergian ke kota Kabupaten.

“Selain jalan antar Kabupaten, jalan ini juga akses satu-satunya bagi kami masyarakat dari 3 Kecamatan, yakni Plakat Tinggi, Sungai Keruh dan Jirak Jaya. Tanpa jalan ini kami tidak bisa bepergian ke kota Kabupaten. Maka itu, kami selalu mengimpikan agar jalan ini mulus,” pintanya.

“Kalau tidak salah, pada tahun-tahun sebelumnya, dana untuk pembangunan peningkatan jalan terus dianggarkan dengan nilai milyaran rupiah, tapi kondisi jalan tak semulus yang kami harapkan,” tambahnya. (Rafik Elyas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed