“Pada Desember 2025, inflasi year on year Kabupaten Pasaman Barat mencapai 7,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 115,17. Ini merupakan angka tertinggi sejak Pasaman Barat menjadi daerah IHK di Sumatera Barat,” ungkapnya.
Menurutnya, tingginya inflasi dipicu oleh curah hujan tinggi sejak September hingga puncaknya pada November 2025 yang menyebabkan banjir hampir di seluruh kecamatan, terputusnya jalur transportasi, serta rusaknya lahan pangan. Kondisi tersebut memperparah situasi karena Pasaman Barat merupakan daerah konsumen pangan yang sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Melalui HLM TPID ini, Wakil Bupati berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga, kelancaran distribusi pangan, serta percepatan pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan pasca bencana, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
“Hal-hal inilah yang menjadi penyebab utama tingginya inflasi di Kabupaten Pasaman Barat pasca bencana alam,” tutup M. Ihpan.(Ron)













Komentar