OKI, JURNAL SUMATRA – Tradisi masyarakat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga denyut kehidupan sosial yang harus dijaga bersama. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kegiatan cakat stempel di Sungai Komering, Kayuagung, menjadi salah satu momen yang menyedot perhatian masyarakat. Di balik kemeriahan itu, kehadiran aparat keamanan menjadi kunci agar tradisi tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Polres OKI menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas tersebut dengan melaksanakan pengamanan secara maksimal. Sebanyak 72 personel diterjunkan untuk mengawal jalannya kegiatan cakat stempel, mulai dari pengaturan arus masyarakat, pengawasan di titik-titik rawan, hingga patroli di sekitar aliran Sungai Komering. Minggu (22/3/2026).
Pengamanan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin rasa aman masyarakat. Mengingat kegiatan yang berlangsung di wilayah perairan memiliki potensi risiko tersendiri, seperti kepadatan penonton di tepian sungai hingga kemungkinan kecelakaan air, kesiapsiagaan personel menjadi sangat penting.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, SH, SIK, MH menyampaikan bahwa pengamanan ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar tradisi dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan cakat stempel ini berjalan dengan tertib dan aman. Kehadiran personel di lapangan merupakan wujud komitmen Polres OKI dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal,” ujarnya.
Lebih dari itu, sinergi antar satuan juga tampak dalam pelaksanaan tugas ini. Personel Polres OKI bekerja secara terintegrasi, memastikan setiap sudut kegiatan terpantau dengan baik.
Pendekatan humanis juga dikedepankan, di mana petugas tidak hanya mengamankan, tetapi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga keselamatan selama menyaksikan tradisi tersebut.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat dalam kegiatan budaya seperti ini juga menjadi simbol kedekatan Polri dengan rakyat. Bahwa polisi tidak hanya hadir saat terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga dalam momen kebersamaan dan kebudayaan masyarakat. (Choe)













Komentar