PRABUMULIH, JURNAL SUMATRA – Keresahan melanda warga terkait tingginya biaya pemasangan jaringan gas rumah tangga yang disebut mencapai Rp 4,5 juta. Sejumlah masyarakat mengeluhkan beban tersebut dinilai memberatkan, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sabtu (4/4/2026).
Keluhan ini semakin mencuat lantaran pihak perusahaan penyedia, Petro Prabu, dinilai belum memberikan penjelasan resmi kepada publik. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan WhatsApp inisial DD tidak membuahkan hasil memuaskan.
Dalam balasan singkatnya, pihak yang dihubungi hanya menyarankan agar pertanyaan langsung ditujukan kepada pimpinan perusahaan.
“Hubungi langsung saja direktur, takut salah jawab,” ungkapnya singkat.
Jawaban tersebut justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat yang berharap adanya transparansi terkait rincian biaya pemasangan gas tersebut. Warga menilai, sebagai layanan yang menyangkut kebutuhan dasar, informasi terkait biaya seharusnya disampaikan secara terbuka dan jelas.
AA, salah satu warga menyebutkan bahwa angka Rp 4,5 juta dinilai cukup tinggi dan tidak sebanding dengan kemampuan sebagian masyarakat.
“Kami berharap ada penjelasan resmi, kenapa biayanya bisa sebesar itu,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Petro Prabu terkait dasar penetapan biaya pemasangan jaringan gas tersebut. Warga pun berharap pemerintah daerah dapat turun tangan untuk menjembatani persoalan ini, sekaligus memastikan program gas rumah tangga dapat diakses secara adil dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.(Her)













Komentar