oleh

Ternak Warga Jadi Sasaran Harimau, Konflik Satwa Liar Diduga Akibat Rusaknya Ekosistem Alam

MURATARA, JURNAL SUMATRA – Ternak milik warga kembali menjadi sasaran binatang buas yang diduga dipicu kerusakan ekosistem alam, berkurangnya rantai makanan, serta rusaknya habitat asli satwa liar di kawasan hutan.

Salah satu contohnya terjadi di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Warga setempat dikejutkan dengan kemunculan harimau yang berkeliaran di area kebun masyarakat dan memangsa ternak warga.

Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, tercatat sebanyak 10 ekor kerbau milik warga menjadi korban serangan binatang buas (harimau). Delapan ekor di antaranya mati, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa terbaru kembali terjadi pada Jumat (24/4/2026). Seekor kerbau milik warga bernama Tolip dilaporkan diterkam harimau saat berada di area kebun. Beruntung, kerbau tersebut tidak mati, namun mengalami luka akibat serangan.

Kepala Desa Kuto Tanjung, Ahmad Syukri, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan warga kini semakin resah karena serangan harimau terus berulang.

“Untuk hari ini, satu kerbau milik Pak Tolip diterkam, tapi tidak sampai mati, hanya luka-luka. Secara keseluruhan, delapan kerbau mati dimangsa, sementara dua lainnya luka-luka,” ujarnya.

Menurut Ahmad Syukri, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Selatan sebelumnya sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun hingga kini masyarakat belum merasakan tindak lanjut yang jelas.

“Dari pihak BKSDA provinsi sudah cek lokasi, tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah penanganan agar konflik antara manusia dan satwa liar tidak terus terjadi. Selain mengancam keselamatan ternak, kemunculan harimau juga membuat masyarakat takut saat beraktivitas di kebun maupun menjaga hewan ternak.(AkaZzz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed