oleh

Akses Jalan Utama Lahat – Manna Sudah Bisa Dilalui, Pengendara Tetap Diimbau Waspada

LAHAT, JURNAL SUMATRA – Upaya keras yang dilakukan oleh jajaran Polsek Tanjung Sakti bersama instansi terkait, dalam membersihkan sisa longsoran tanah bercampur batu di jalan utama Lahat – Manna tepatnya di Lubuk Dendam Dusun Pulau Timun, Desa Tanjung Sakti PUMI Kabupaten Lahat, kini telah berhasil dan jalan tersebut telah bisa dilalui oleh pengendara, baik roda dua maupun roda empat, Senin (4/5/2026) sore.

“Alhamdulillah, sekira pukul 17.20 WIB akses jalan utama Lahat – Manna telah bisa dilalui,” ujar Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto SIK, MIK, didampingi Kapolsek Tanjung Sakti IPTU Agus Santoso SH, melalui Kasi Humas AKP Mastoni SE, disampaikan Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, AIPTU Liespono SH.

Awalnya, dijelaskan Liespono, longsor yang terjadi sekira pukul 18.00 WIB, Minggu (3/5/2026), dilaporkan menimpa badan dengan material longsoran berupa tanah, bebatuan, serta pohon tumbang menutup akses jalan sepanjang kurang lebih 40 meter, sehingga jalur vital antar wilaya tidak dapat dilalui kendaraan.

“Laporan yang diterima, menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun demikian, dampak yang ditimbulkan cukup signifikan, terutama terhadap arus lalu lintas terjadi kemacetan total akibat longsoran tutupi badan jalan,” tegasnya.

Sehingga pihak kepolisian bersama instansi terkait melakukan monitoring di lokasi, lanjutnya, hasil koordinasi petugas dengan pihak PUPR, akhirnya segera dilakukan pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.

“Sekira pukul 04.00 WIB, telah dibersihkan, namun karena cuaca tak mendukung sehingga tim beristirahat dan melanjutkan keesokan harinya, dan sekira pukul 17.20 WIB hari ini, jalur tersebut sudah bisa dilalui,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sebagai langkah antisipasi, koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Lahat guna memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.

“Langkah cepat dan sinergi antarinstansi diharapkan mampu meminimalisir dampak serta mempercepat proses penanganan di lapangan,” tandasnya.

Diimbau, masih kata dia, masyarakat khususnya pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut, untuk tetap waspada dan menghindari area rawan longsor sementara waktu.

“Keselamatan menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan tingginya risiko bencana alam di wilayah dengan kontur tanah labil, terutama saat musim hujan,” pungkasnya. (D1N)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed