“Belajar, sejatinya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, tidak sedikit guru dan orang tua yang masih menghadapi tantangan dalam mendorong semangat belajar anak, baik di sekolah maupun di rumah. Karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan dekat dengan dunia anak,” pungkasnya.
Anggya Kumala, Marketing Director Mondelēz Indonesia, menyampaikan, bagi OREO yang telah membersamai keluarga Indonesia selama lebih dari tiga dekade, pendidikan adalah investasi penting untuk masa depan bangsa.
“Berangkat dari purpose menciptakan kebersamaan melalui momen-momen penuh keseruan, OREO meyakini bahwa pembelajaran yang menyenangkan dapat membantu anak lebih percaya diri untuk bereksplorasi, bertanya, mencoba hal baru dan mengembangkan potensi,” ujarnya.
Untuk itu, kata dia lagi, sejak 2024 OREO secara konsisten membawa keseruan di dunia pendidikan melalui program “OREO Berbagi”, berupa rangkaian inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas.
“Khususnya orang tua, guru dan anak, melalui edukasi serta penyaluran donasi,” tandas dia.
Tahun ini, lanjut dia, mengangkat tema ”OREO Berbagi Seru”, OREO ingin mendukung fokus pemerintah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di 7 kabupaten yang tersebar di 7 provinsi: Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara, di mana beberapa di antaranya mencakup wilayah 3T dan marginal.
“Secara keseluruhan, program ini menargetkan untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan bagi 7.000 siswa,” tegasnya.
Menurut dia, di Jawa Tengah, yaitu Purworejo sebagai kabupaten keempat yang disinggahi oleh program “OREO Berbagi Seru”.
“Upaya ini diwujudkan melalui pendistribusian berbagai alat belajar seru yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan di bidang literasi, numerasi, sains dan bahasa Inggris menggunakan pendekatan belajar sambil bermain, yang seluruhnya telah disesuaikan dengan kurikulum nasional,” tuturnya.
Tidak hanya itu, tambah dia, digelar pula serangkaian pelatihan edukasi seru bagi para guru, orang tua dan komunitas pendidikan.
“Para peserta diajak mengeksplorasi penggunaan alat belajar seru serta berbagai metode belajar sambil bermain yang dapat diterapkan baik di ruang kelas maupun di rumah untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan,” imbuhnya.
Jelas dia, pada 4 – 7 Juni 2026 sebanyak 37 guru, 70 orang tua dan 29 anggota komunitas telah mengikuti kegiatan pelatihan yang dikemas dengan sangat menarik dan interaktif.













Komentar