oleh

OREO Berbagi Seru, Perkuat Kolaborasi Guru, Orang Tua dan Komunitas 

“Adapun 270 alat belajar seru yang diberikan akan menjangkau 738 siswa Sekolah Dasar di Purworejo,” terangnya.

Rangkaian kegiatan itu, tambah dia, menjadi bagian dari upaya OREO untuk melahirkan Generasi SERU, yaitu generasi yang memiliki karakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul sebagai bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan semakin kompleks dan kompetitif.

Seperti disampaikan Ny Barokah, guru SDN Kalikotes Purworejo, saat mempraktikkan alat-alat belajar seru dari OREO yang paling berkesan adalah ketika melihat anak-anak belajar dengan wajah yang penuh semangat dan kegembiraan.

“Mereka tidak merasa sedang mengikuti pelajaran, tetapi justru menikmati setiap aktivitas yang diberikan,” kata Ny Barokah, yang ucapkan terima kasih kepada OREO.

Program tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi Ny Barokah untuk terus mencari cara kreatif dalam menghidupkan suasana belajar di dalam kelas.

Antusiasme senada diungkapkan oleh Sinta Surondari, perwakilan orang tua siswa, yang selama ini sering kali hanya fokus pada hasil belajar.

“Padahal proses belajar yang membuat anak merasa nyaman dan bersemangat ternyata tidak kalah penting,” ungkap Sinta.

Dari pelatihan ini, Sinta jadi sadar bahwa aktivitas sederhana seperti bermain pun bisa menjadi momen seru untuk mengasah rasa ingin tahu, kreativitas dan kemampuan berpikir anak.

Tentunya, kata Sinta, ini jadi inspirasi yang akan dibawa ke rumah untuk membantu anak terus giat belajar.

Yang istimewa, masyarakat juga dapat mendukung misi positif di balik program “OREO Berbagi Seru” dengan cara sederhana, yaitu melalui pembelian OREO, di mana sebagian dari keuntungan penjualan akan didonasikan untuk menyukseskan penyelenggaraan program.

Diharapkan, keseruan program ini dapat menjadi bukti bahwa ketika Pemerintah, pelaku industri, guru, orang tua serta komunitas bergerak bersama, OREO tidak hanya membantu anak memahami pelajaran, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kecintaan mereka terhadap proses belajar.

Akhirnya, semua dapat berkontribusi bagi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas, inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan. (Fan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed