“Budaya harus menjadi penuntun generasi muda agar tidak kehilangan akar dan identitasnya,” kata Herman Deru.
Ia berharap Festival Seni Adat dan Tradisi Sumsel dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi agenda tetap yang mendapat dukungan seluruh pemerintah daerah.
“Pelestarian budaya tidak boleh bergantung pada siapa pemimpinnya. Budaya harus terus hidup dan diwariskan karena inilah yang menjadi kekuatan dan identitas daerah kita,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir Muchendi Mahzareki menegaskan, bahwa keikutsertaan OKI dalam festival ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya daerah sekaligus memperkuat pelestarian warisan leluhur.
“Melalui festival ini, kita tidak hanya menampilkan seni dan tradisi, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat OKI,” ujarnya.
Menurut Muchendi, kuliner tradisional, wastra, dan kerajinan yang ditampilkan bukan sekadar produk budaya, melainkan juga cerminan perjalanan sejarah serta kehidupan masyarakat OKI.
“Gulo puan, songket, batik, maupun anyaman purun adalah warisan budaya yang menyimpan cerita tentang masyarakat OKI. Tugas kita hari ini adalah menjaga, mengembangkan, dan mengenalkannya kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” pungkasnya. (Choe)













Komentar