“Kami ingin masyarakat melihat bahwa barang yang tidak lagi digunakan masih memiliki nilai ketika diolah dengan kreativitas. Melalui program ini, kami tidak hanya membuka peluang usaha bagi perempuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya praktik ekonomi sirkular yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Rusminto.
Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)(****)













Komentar