LAHAT, JURNAL SUMATRA – Sebanyak 5 poin tuntutan dinilai cukup krusial dan bersumber dari aspirasi masyarakat, disampaikan dalam unjuk rasa (Unras) massa berlangsung di depan Kantor Bupati Lahat, pada Selasa (21/7/2026).
Aksi ratusan massa asal Desa Rindu Hati Kecamatan Gumay Ulu, Lahat, dilokasi tersebut dikomandoi oleh Ketua GRPK RI Sariyono bersama Nata dan Aris Toteles. Dengan pengawalan ketat kepolisian, TNI dan Satpol PP Pemkab Lahat.
Selaku koordinator aksi, Sariyono dalam orasinya mengatakan bahwa kedatangan mereka disana tak lain untuk sampaikan hak dan keinginan masyarakat Desa Rindu Hati Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat
“Aksi damai hari ini, murni keinginan masyarakat Desa Rindu Hati yang minta pihak Pemkab Lahat dapat turun ke desa mereka dan mendengarkan persoalan yang ada didesa,” teriak Sariyono.
Ditambahkan Aris Toteles, bahwa unjuk rasa hari ini merupakan bentuk protes warga terhadap pimpinan mereka, karena menilai sudah tidak berpihak lagi kepada masyarakat.
Senada, Nata juga menambahkan bahwa ada beberapa tuntutan dianggap krusial, sehingga aksi damai hari ini murni dari hati para warga Desa Rindu Hati.
Tuntutan tersebut, jelas dia, berantas nepotisme dalam Pemdes Rindu Hati, lakukan audit investigasi pendapatan pengelolaan barang, periksa oknum PPPK yang merangkap jabatan sebagai anggota BPD Desa Rindu Hati.
“Tak hanya itu, juga non aktifkan Kades Rindu Hati, pada saat dilakukan audit investigasi, dan proses hukum pihak-pihak yang berpotensi merugikan keuangan negara,” ungkap dia.
Kita berharap, lanjut dia, suara masyarakat Desa Rindu Hati ini dapat didengar oleh Bupati dan Wakil Bupati Lahat, karena semua ini murni dari hati nurani rakyat.
“Kami juga minta kepada anggota DPRD Lahat dapil Desa Rindu Hati dapat turun kelapangan guna memanggil Pemdes Rindu Hati terkait persoalan ini, serta berharap dapat segera mungkin mencari solusinya,” pungkas dia.(D1N)










Komentar