MURATARA, JURNAL SUMATRA – Seorang pria yang sebelumnya diamankan dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Musi Rawas Utara (Muratara) dilaporkan kabur dari tempat rehabilitasi di Yayasan Karunia Insani, Lubuklinggau, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, pria tersebut diduga melarikan diri dengan cara merusak dan menjebol pintu ruangan tempat dirinya menjalani rehabilitasi. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan Karunia Insani mengenai kronologi maupun langkah yang dilakukan setelah peristiwa tersebut.
Sebelumnya, pria tersebut diamankan oleh anggota Satresnarkoba Polres Muratara di Desa Bingin Rupit, tepatnya di kawasan Simpang PT Dendi Marker Indah Lestari. Saat proses penangkapan, sempat beredar informasi bahwa petugas menemukan barang bukti yang diduga berupa sabu dan pil ekstasi (inex) yang disimpan di dalam jok sepeda motor milik terduga pelaku.
Menanggapi kaburnya pria yang tengah menjalani rehabilitasi tersebut, Kasat Reserse Narkoba Polres Muratara, Iptu Marhan Saputra, mengatakan bahwa peristiwa kaburnya yang bersangkutan bukan lagi menjadi ranah Satresnarkoba setelah proses rehabilitasi dilakukan.
“Kalau tersangka lepas dengan cara menjebol pintu tempat rehabilitasi, itu bukan ranah kami lagi,” ujar Iptu Marhan saat dikonfirmasi.
Terkait isu yang beredar mengenai dugaan adanya praktik ’86’ dalam penanganan perkara tersebut, Kasat Narkoba membantah tudingan tersebut dan meminta pihak yang menyampaikan tuduhan agar menunjukkan bukti.
“Siapa yang mengatakan seperti itu? Silakan bawa ke sini buktinya. Apa memang betul pelaku membawa barang bukti yang diletakkan di dalam jok motor miliknya?,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iptu Marhan menjelaskan bahwa saat penangkapan, pria tersebut tidak sedang membawa barang bukti narkotika. Karena itu, berdasarkan hasil penanganan perkara, yang bersangkutan dikategorikan sebagai pengguna dan diarahkan menjalani rehabilitasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Hingga saat ini, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak Yayasan Karunia Insani mengenai kronologi kaburnya pria tersebut maupun upaya pencarian yang telah dilakukan.
Sementara itu, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik dan awak media terus berupaya menghimpun informasi dari berbagai pihak untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa tersebut.(AkaZzz)













Komentar