Selain persoalan karakter dan kepemimpinan, Supriyanto turut menyoroti kondisi cuaca kering dan kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di OKI.
Ia mengajak seluruh anggota Pramuka turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Kondisi saat ini cuaca kering kemarau. Ini menjadi atensi pemerintah pusat. Kita harus sama-sama peduli dengan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Supriyanto meminta para pembina, pelatih, dan anggota Pramuka menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai utama kepramukaan, kata dia, harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kepada Kakak-kakak dan anak-anakku semuanya, mari kita bersama-sama, bahu-membahu, satukan tekad untuk kita kontribusikan kepada Kabupaten Ogan Komering Ilir di setiap sendi kehidupan,” katanya.
Ia optimistis pendidikan kepramukaan yang diberikan para pembina dan pelatih akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan OKI. Nilai disiplin, karakter, kebersamaan, dan tanggung jawab yang ditanamkan sejak dini dinilai akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia daerah pada masa mendatang.
“Saya yakin dengan proses yang diberikan kepada pelatih pembina, nilai-nilai Pramuka tertanam dan terpancang pada diri setiap insan Pramuka. Kami tentunya berharap pada masa-masa yang akan datang akan lahir para pemimpin yang mempunyai karakter, disiplin, kebersamaan untuk membawa Kabupaten OKI ini jauh lebih maju,” tutur Supriyanto.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara instan. Pendidikan dan pembinaan generasi muda hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Pada masa anak-anakku semuanya nanti, sumber daya manusia kita harus sudah mumpuni. Hari ini tentu menjadi pondasi untuk jauh pada masa yang akan datang,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Supriyanto mengajak seluruh anggota Pramuka memperkuat persatuan dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, usia ke-65 Gerakan Pramuka harus menjadi momentum untuk mempertegas relevansi organisasi tersebut dalam menjawab berbagai persoalan daerah, bukan sekadar menghitung perjalanan organisasi.
“Mari kita rapatkan barisan, kobarkan semangat persatuan, mantapkan pengabdian, dan terus berkarya untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya. (Choe)













Komentar