oleh

Matematika Jadi Lebih Menyenangkan, Kolaborasi Telkomsel dan Pemprov  Bali Hadirkan Ekosistem “AI for Education” yang Inklusif

Dalam konsep AI for Education, guru tetap menjadi pusat proses pembelajaran. Teknologi sebagai alat bantu agar pendidik dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih sesuai perkembangan kemampuan siswa, bukan untuk menggantikan tuntunan, empati, dan pemahaman guru terhadap setiap anak.

Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya Ph.D, mengatakan, “Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik. Melalui GASING, matematika kami hadirkan secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan. Ketika guru semakin percaya diri mengajar dan anak tidak lagi takut mencoba, di situlah proses belajar mulai membawa perubahan.”

Sebelumnya, Telkomsel dan INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U untuk memperluas akses keluarga Indonesia terhadap pembelajaran numerasi digital. Dalam kolaborasi di Bali, dukungan tersebut diperkuat melalui keterlibatan pemerintah daerah, peningkatan kompetensi pendidik, pembelajaran siswa, dan evaluasi program secara bertahap.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed