oleh

Dari Tebing Tinggi, Ketua DPRD Muratara Devi Arianto Dengarkan Suara dan Harapan Masyarakat

MURATARA, JURNAL SUMATRA – Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Arianto, melaksanakan reses tahap II tahun 2026 dalam rangka menjaring sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihan.

Kegiatan reses berlangsung di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara, Minggu (30/8/2026). Kehadiran pimpinan DPRD di tengah masyarakat menjadi momentum penting untuk mendengarkan secara langsung berbagai kebutuhan, keluhan, serta harapan warga.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Ketua DPRD Muratara Devi Arianto menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal kelembagaan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang penting untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memastikan aspirasi konstituen dapat diperjuangkan melalui lembaga legislatif.

“Bagi saya, reses bukan sekadar agenda kelembagaan, tetapi menjadi ruang untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan berbagai kebutuhan, keluhan, serta harapan yang disampaikan oleh konstituen,” ungkap Devi Arianto.

Ia menambahkan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan sekaligus amanah yang harus diperjuangkan sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat.

“Setiap aspirasi yang disampaikan menjadi catatan dan amanah untuk diperjuangkan melalui tugas dan fungsi saya sebagai wakil rakyat,” tegasnya.

Devi berharap, melalui reses tersebut, berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpetakan dengan baik sehingga nantinya dapat menjadi bahan dalam memperjuangkan program pembangunan yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.

Reses tahap II tahun 2026 ini sekaligus menjadi bentuk komitmen DPRD Muratara untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, sehingga kebijakan pembangunan daerah tidak hanya bersifat administratif, tetapi lahir dari kebutuhan nyata yang disampaikan langsung oleh masyarakat.(AkazZz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed