oleh

Kabel Intek SPAM Dicuri Tengah Malam, 1.488 Pelanggan Rupit-Lawang Agung Terancam Krisis Air Bersih

MURATARA, JURNAL SUMATRA -Sebanyak 1.488 pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) wilayah Rupit-Lawang Agung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), terdampak akibat aksi pencurian kabel intek yang terjadi pada Kamis dini hari (3/9/2026)

Akibat kabel tersebut hilang, operasional mesin pompa air terganggu sehingga ribuan pelanggan untuk sementara tidak dapat menikmati layanan air bersih. Kondisi ini menjadi perhatian serius, terlebih saat ini masyarakat tengah menghadapi musim kemarau.

Sementara itu Kepala KUPT SPAM Kabupaten Muratara, Desy Qomariah, ST., MM., mengatakan pencurian diduga terjadi sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB. Aksi tersebut baru diketahui petugas sekitar pukul 06.49 WIB, ketika petugas hendak menghidupkan mesin pompa air.

“Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 01.00 atau 02.00 WIB. Baru diketahui petugas sekitar pukul 06.49 WIB saat hendak menghidupkan mesin pompa,” terang Desy saat dikonfirmasi awak media di kantornya, Kamis (3/9/2026) siang.

Desy menjelaskan, jumlah 1.488 pelanggan tersebut merupakan keseluruhan pelanggan SPAM wilayah Rupit-Lawang Agung, baik pelanggan aktif maupun nonaktif.

Menurutnya, kasus pencurian kabel intek bukan kali pertama terjadi selama dirinya memimpin SPAM Kabupaten Muratara. Sudah tiga kali terjadi pencurian, dengan dua kejadian sebelumnya berlangsung di Kecamatan Karang Jaya dan satu kejadian terbaru terjadi di wilayah Rupit.

“Ini sudah tiga kali selama saya memimpin SPAM Kabupaten Muratara. Dua kali di Karang Jaya dan satu kali yang terjadi malam tadi,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, pihak SPAM telah melaporkan kasus pencurian kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.SPAM Kejar Perbaikan, Cari Solusi Sementara

Desy memastikan pihaknya akan berupaya memperbaiki kerusakan secepat mungkin agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali normal.

Meski belum dapat memastikan berapa lama proses perbaikan membutuhkan waktu, pihaknya tengah menyiapkan solusi sementara dengan memanfaatkan sisa kabel yang masih berada di sekitar pompa.

“Estimasi waktunya belum bisa dipastikan, namun secepatnya akan kita perbaiki. Masih ada sisa kabel di atas pompa beberapa meter. Itu bisa kita sambung ke bawah sementara agar masyarakat tetap bisa menikmati air bersih,” jelasnya.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi saat ini masih dalam musim kemarau. Pihak SPAM juga mempertimbangkan kondisi debit air sungai yang sewaktu-waktu dapat meningkat.

“Untuk sementara mungkin akan kita gunakan dulu sebelum membeli kabel yang utuh. Kita khawatir ketika air sungai naik, kabel yang ada justru semakin rusak,” tambah Desy.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed