oleh

Sespimen Polri Turun ke OKI, Kaji Strategi Penanggulangan Karhutla Berbasis Masyarakat

“Peserta didik perlu memahami kondisi lapangan secara substantif. Mereka nantinya adalah calon-calon pimpinan Polri, sehingga pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pendidikan,” ujar Harryo.

Menurut Harryo, karhutla merupakan persoalan kompleks yang dampaknya tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Kebakaran dapat berpengaruh terhadap kesehatan, pendidikan, transportasi, aktivitas sosial, hingga perekonomian masyarakat.

Karena itu, kajian penanggulangan karhutla membutuhkan perspektif yang lebih luas dan tidak dapat dilakukan secara sektoral.

“Permasalahan karhutla tidak gampang diselesaikan oleh satu instansi. Dibutuhkan pemikiran yang strategis, akademis, kolaboratif dan solutif,” katanya.

Dalam pelaksanaan KKP, peserta didik juga akan melihat aspek kemanusiaan dari dampak karhutla. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan karhutla tidak hanya berkaitan dengan luas lahan yang terbakar atau keberhasilan pemadaman, tetapi juga bagaimana masyarakat terlindungi dan mampu menjalani kembali aktivitasnya setelah terdampak kebakaran dan asap.

Melalui kajian di lapangan, KKP Sespimen Polri diharapkan menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai persoalan penanggulangan karhutla di OKI, termasuk tantangan pencegahan, kesiapsiagaan, koordinasi antarpihak, serta peran masyarakat.

Temuan tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk memperkuat strategi penanggulangan karhutla, khususnya dalam membangun pencegahan berbasis partisipasi masyarakat.

Bagi Pemerintah Kabupaten OKI, penguatan sistem tersebut menjadi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi ketika ancaman karhutla muncul, tetapi menjadi bagian dari mata rantai pencegahan sejak potensi kebakaran terdeteksi.

Dengan pendekatan tersebut, penanggulangan karhutla diharapkan bergerak dari pola merespons kebakaran ketika terjadi menuju sistem yang lebih kuat dalam mencegah, mendeteksi, melaporkan, merespons dan memitigasi risiko sejak dini.(Choe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed