MUBA, JURNAL SUMATRA – Setelah mendapati masa transisi 6 bulan yang disepakati oleh Polres Muba untuk tidak melakukan penindakan hukum atau penangkapan terhadap penambang dan penyulingan minyak ilegal di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Para pebisnis minyak ilegal baik lokal maupun yang datang dari luar daerah terkesan semau gue melintasi jalan desa mengangkut minyak ilegal dibawa keluar daerah dengan menggunakan jasa pengawalan dari oknum.
Hal ini dilihat dari banyaknya, berbagai kendaraan jenis truck bertonase tinggi yang melewati jalan pintas yakni, jalan Desa Tanjung Kaputran (B5) jalan Desa Sialang Agung (c2) hingga jalan Desa Air Putih Uluh (C1) Kecamatan Plakat Tinggi, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Bahkan untuk gerak cepat menuju Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), para pebisnis minyak ilegal juga memanfaatkan Jalan Resa Rimba Ukur (C5) Kecamatan Sekayu untuk menuju Desa Rantau Sialang Kecamatan Sungai Keruh. Sehingga jembatan dalam Desa Rimba Ukur yang belum lama usai dilakukan tanggap darurat dan kini kembali mengalami kerusakan. Tak hanya itu, box culvert dijalan tersebut yang sebelum nya telah mengalami kerusakan kini kian memperparah bahkan nyaris ambruk.
Salah seorang sumber asal Kecamatan Plakat Tinggi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, maraknya mobil pengangkut minyak yang melintasi jalan Desa Tanjung Kaputran menuju Desa Air Putih Ulu C1, menimbulkan kekhawatiran bagi warga.
“Ya, khawatir lah pak, akan terjadi kerusakan, yang jelas banyak debu. Tapi selaku masyarakat kecil kita hanya bisa diam. Karena saat kampanye Bupati Toha ngomong,”Nak hancur, Nak Rubuh yang penting orang Muba. Nah, selain orang luar, pebisnis minyak ilegal yang melintas itu, banyak juga orang Muba. Jadi kami warga mau ngomong apa,” ujarnya sembari tertawa.
Sementara, Kepala Desa Rantau Sialang, Festa Lozi mengaku, bahwa warga nya sudah resah dengan banyak nya mobil pengangkut minyak ilegal yang bertonase tinggi melintasi jalan tersebut.
“Memang warga disini sudah resah dengan banyak nya mobil pengangkut minyak ilegal melintasi Jalan Desa Rantau sialang. Kita berharap pihak pihak terkait mengawasi jangan sampai mobil pengangkut minyak ilegal bertonase tinggi melewati jalan desa. Karena warga disini khawatir kerusakan badan jalan dan box culvert di jalan tersebut kian memperparah,“ harapnya.
Dari pantauan, sejak jalan dan jembatan dilakukan perbaikan oleh Dinas PUPR Muba, jalan tersebut menjadi ramai dilalui berbagai kendaraan jenis truck/Tanki pengangkut minyak ilegal untuk dibawa ke arah Kabupaten Pali. Menarik nya lagi, mobil pengangkut minyak ilegal yang melintas diarea itu, diduga dikawal oleh oknum TNI.











Komentar