“Water bombing mampu membantu menghambat gerakan api menuju area-area yang cepat terbakar, terutama kawasan prioritas untuk diselamatkan seperti areal satwa gajah dan lainnya,” kata Daniwari.
Selain penanganan karhutla, BKSDA Sumatera Selatan bersama para pihak juga terus memantau pergerakan gajah liar di lanskap Padang Sugihan–Simpang Heran. Koordinasi dengan perusahaan di sekitar kawasan dilakukan ketika terdapat laporan satwa mendekati permukiman masyarakat, termasuk dengan PT Bumi Mekar Hijau (PT BMH), mitra pemasok APP Group.
Penguatan sumber air turut menjadi perhatian dalam penanganan di lapangan. Menhut mendorong penyediaan embung serta penguatan sarana pendukung seperti pompa, selang dan tangki air portabel untuk membantu tim menjangkau titik kebakaran yang berada jauh dari sumber air.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat, masyarakat dan dunia usaha terus diperkuat agar pengendalian karhutla di Padang Sugihan dapat berjalan efektif sekaligus menjaga kawasan konservasi dan habitat satwa dari dampak kebakaran.
Kepala BKSDA Sumsel berkata, pada Jumat (18/9/2026) lalu, Kemenhut juga sudah mengirimkan tim dokter dari klinik Manggala Wanabakti Jakarta ke Posko PKG Jalur 21, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tindakan medis yang diperlukan bagi para petugas di lapangan.
“Karena kesehatan dan keselamatan petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama,” ucapnya.(****)










Komentar