PALEMBANG, jurnal Sumatra – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, Kamis (17/9). Kunjungan tersebut sekaligus untuk memastikan kondisi satwa dan memperkuat penanganan karhutla melalui kolaborasi berbagai pihak.
Dalam kunjungannya ke Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Menhut melihat langsung kondisi 29 ekor Gajah Sumatra yang berada di pusat konservasi. Kementerian Kehutanan memastikan seluruh gajah tersebut dalam kondisi baik dan belum mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto mengatakan Menhut juga berdialog dengan tim yang melakukan pemadaman serta memberikan motivasi agar koordinasi dan kolaborasi terus diperkuat.
“Menhut memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus semangat dan meningkatkan kolaborasi, serta melaporkan kondisi di lapangan secara update. Jika ada dukungan yang diperlukan bisa langsung direspons. Terkait satwa gajah, Menhut melihat langsung kondisinya dan semuanya sehat,” ujar Daniwari.
Penanganan karhutla di kawasan Padang Sugihan melibatkan tim gabungan dari Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Sumsel, Manggala Agni Balai Dalkarhut Sumatera, BKO dari Balai TN Ujung Kulon dan Balai TN Bukit Dua Belas, TNI, Satgas Darurat Bencana Sumatera Selatan, pemerintah daerah, masyarakat serta unsur dunia usaha. Tim melakukan pemadaman dari darat dan udara untuk mengendalikan api sekaligus mencegah penjalaran ke kawasan yang menjadi habitat satwa.
Menurut Daniwari, kondisi vegetasi yang kering dan lebat, angin yang cukup kencang serta karakter lahan gambut menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Tim di lapangan karena itu memprioritaskan pengendalian titik-titik kebakaran sekaligus menjaga area yang menjadi habitat gajah dan satwa lainnya.
Menhut juga meminta penguatan kesiapsiagaan darat untuk mencegah api mendekati kawasan konservasi. Sejumlah sekat bakar telah disiapkan sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan dan satwa di Padang Sugihan.
Dukungan terhadap penanganan karhutla juga datang dari dunia usaha, termasuk APP Group dan mitra pemasoknya. Daniwari mengatakan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan turut membantu di sejumlah posko, disertai dukungan operasional dan logistik untuk menunjang personel yang bekerja di lapangan.
Pemadaman dari udara juga diperkuat melalui operasi water bombing yang dilakukan di sejumlah titik berdasarkan kebutuhan dan perkembangan kondisi kebakaran.













Komentar