oleh

Bentuk Keprihatinan Tewasnya Jukir Terus Datang, YLKI Minta Polisi Panggil Pengelola

LAHAT, JURNAL SUMATRA – Gelombang rasa empati atau keprihatinan tewasnya Andy Tamansyah (47) Jukir asal Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, yang ditemukan tergeletak depan Warung Pecel Lamongan, Pasar Baru, Lahat, terus berdatangan.

Jika sebelumnya, keluarga korban telah menerima bantuan dari Grup Suara Rakyat, Pengelola Parkir. Kini bantuan lain juga datang dari Dinas Bapenda Kabupaten Lahat, Kamis (24/9/2026).

Plt Kepala Bapenda Lahat, H.Apriansyah SE, MM mengungkapkan rasa duka yang mendalam peristiwa dialami almarhum. Ia mengaku bahwa korban merupakan bagian dari perjuangan dilapangan dalam berkontribusi untuk PAD Lahat.

“Kami datang kerumah duka untuk menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga almarhum. Terjadinya peristiwa ini penderitaan kita bersama. kami kesini untuk berikan dukungan moral guna meringankan beban keluarga korban,” ungkap Apriansyah.

Hal senada disampaikan pihak ketiga pengelola parkir, pihaknya meminta maaf keterlambatan datang kerumah duka dan berjanji akan mengevaluasi aspek keselamatan dan perlindungan bagi para pekerja Juru Parkir (Jukir) dilapangan.

“Sekali lagi kami mohon maaf, kami berharap keluarga korban yang ditinggalkan dapat lebih bersabar, dan semoga bantuan ini sedikit meringankan beban keluarga,” ucap pengelola parkir.

Istri korban, Rita Zahara menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan dan kepedulian dari Bapenda Lahat serta pengelola parkir.

“Terimakasih atas dukungan dan perhatian kepada almarhum suami saya. Bantuan yang diberikan ini, sangat membantu sekali bagi kami keluarga yang ditinggalkan,” ujar Rita Zahara seraya mengaku, semua ini merupakan musibah dan kami ikhlas.

Rita Zahara berharap agar kejadian  seperti apa yang menimpa suaminya tidak terulang dimasa mendatang.

“Semoga kedepan perhatian maupun perlindungan bagi para Jukir di Lahat dapat lebih diperhatikan baik dari pemerintah maupun pengelola parkir,” harapnya.

Sementara itu, kematian seorang petugas parkir saat menjalankan pekerjaannya mendapat perhatian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya.

YLKI meminta aparat kepolisian tidak hanya mengusut pelaku dalam peristiwa tersebut, tetapi juga memanggil dan meminta keterangan pihak pengelola parkir untuk mengetahui secara jelas status korban, hubungan kerja, sistem penugasan, serta bentuk perlindungan yang diberikan kepada petugas selama menjalankan tugas.

Ketua YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, SH, mengatakan bahwa kematian seorang petugas ketika sedang bekerja menyisakan persoalan yang lebih luas, terutama menyangkut tanggung jawab terhadap korban dan keluarganya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed