oleh

Kolaborasi Udara TNI AU dan APP Group Perkuat Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan

Asep mengatakan pemetaan sumber air turut dilakukan saat patroli udara bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati Ogan Komering Ilir. Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan kanal di salah satu areal konsesi APP Group yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air untuk operasi water bombing.

“Kita melihat ada parit di antara lahan tanaman yang bisa menjadi sumber air untuk heli water bombing. Kita meminta agar akses pengambilan airnya diperluas untuk memudahkan penggunaan Bambi bucket, dan respons APP Group sangat baik. Dengan demikian, kita bisa menambah sumber air untuk mendukung pemadaman karhutla,” ujarnya.

Selain armada udara, APP Group juga memberikan dukungan sarana dan prasarana untuk operasi darat, antara lain pompa air, Sambunesia, serta sejumlah perlengkapan pemadaman lainnya yang digunakan dalam penanganan karhutla.

“Sejak awal, APP Group telah turut membantu penanganan karhutla, termasuk di wilayah sekitar konsesi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengendalian karhutla hingga radius 5 kilometer dari batas konsesi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Asep.

Upaya pengendalian karhutla di Sumatera Selatan juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga September 2026, operasi tersebut telah dilakukan dalam beberapa tahap dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan awan berdasarkan pemantauan cuaca.

Menurut Asep, OMC dilakukan sejak periode awal musim kemarau dan kembali diintensifkan ketika kondisi awan memungkinkan. Dalam beberapa hari terakhir, operasi tersebut turut mendukung turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.

Kombinasi operasi darat, water bombing, patroli udara, OMC serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Satgas juga mengerahkan tim penyuluh ke sejumlah kabupaten untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kebakaran dan larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Kolaborasi seluruh unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat respons terhadap karhutla sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran di tengah kondisi musim kering di Sumatera Selatan.(****)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed