oleh

OKI Optimalkan Peran MPA untuk Cegah Karhutla di Wilayah Rawan

Respons Berlapis.

Pelibatan MPA di tingkat desa menjadi bagian dari penanganan karhutla yang melibatkan berbagai unsur. Pemkab OKI sebelumnya juga menyiagakan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, TNI, dan Polri.

Selain itu, terdapat 176 Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang dibentuk perusahaan di sekitar area konsesi masing-masing untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

Dengan pola tersebut, penanganan karhutla dilakukan secara berlapis. Masyarakat menjadi bagian dari deteksi dan respons awal di tingkat desa, sementara penanganan dapat diperkuat oleh BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, perusahaan, dan unsur terkait lainnya sesuai skala kejadian.

Muchendi mengatakan pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur karena api dapat berkembang cepat apabila tidak segera ditangani.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat, perusahaan, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan seluruh unsur di lapangan harus bergerak bersama. Semakin cepat api diketahui dan ditangani, semakin kecil risiko meluasnya kebakaran,” ujar Muchendi.(Choe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed